Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 04.19 WIB

5 Tanda-Tanda Anda Mengalami Pengabaian Emosional di Masa Kecil, Salah Satunya Merasa Tertekan untuk Menjadi Kuat

Pengabaian emosional masa kanak-kanak yang tidak dapat disembuhkan, kecuali berdamai dengan diri dan keadaan.


JawaPos.com - Beberapa anak mungkin pernah merasa diabaikan oleh orang tua. Salah satunya yakni ketika orang tua kurang perhatian terhadap Anda.

Meski tampak sederhana, hal semacam ini ternyata bisa menimbulkan luka di dalam diri saat dewasa, loh.

Dikutip dari yourtango.com ahli trauma yang bersertifikat Logan Cohen, menyoroti ada lima tanda seseorang mengalami pengabaian emosional masa kanak-kanak yang tidak dapat disembuhkan, kecuali berdamai dengan diri dan keadaan.

Simak lima tanda-tanda berikut ini dengan saksama.

1. Merasa Sangat Malu dengan Emosi Anda, sehingga Cenderung Tidak Membagikannya

Apakah Anda merasa sulit untuk mengekspresikan emosi Anda?. Apakah Anda merasa malu setiap kali mencoba?. Jika jawabannya iya maka, semua ini bisa berasal dari pengabaian emosional.

Cohen mengungkapkan bahwa membagikannya hanya akan mengakibatkan orang lain menarik diri.

Jauh di dalam diri, Anda takut menunjukkan diri yang paling rentan, takut hal itu hanya akan menambah rasa sakit dan penderitaan di kemudian hari.

Baca Juga: Edukasi kepada Anak-Anak sejak Dini tentang Indahnya Berbagi

2. Merasa Tertekan untuk Menjadi Kuat

Tanda kedua Anda mengalami pengabaian emosional di masa kecil adalan selalu merasa tertekan untuk menjadi yang kuat. Bahkan, Anda mungkin terlalu sering mendengar ungkapan untuk berhenti menangis.

Pada intinya jika menyangkut emosi orang lain itu merupakan hal yang wajar. Kemungkinan besar, orang tuamu merasa sangat nyaman saat mengomel tentang masalah pribadi kepadamu.

Menurut Newport Academy, orang tua mengharapkan dukungan emosional secara praktis dari anak-anak mereka daripada memberikannya.

3. Anda Merasa Emosi Anda menjadi Beban bagi Orang Lain

Orang-orang yang diabaikan secara emosional menganggap emosi mereka sebagai beban. Sebagai seorang anak, Anda akan disambut dengan tatapan mata setiap kali mencoba mengekspresikan diri.

Bahkan, Anda mungkin diminta untuk bersikap tegar karena membuat semua orang stres. Tanpa disadari, Anda khawatir jika menunjukkan emosi dan mungkin akan kehilangan hubungan dengan orang lain.

Baca Juga: Charity Dinner Mamaka by Ovolo Sukses Kumpulkan Ratusan Juta untuk Dana Pendidikan Anak-anak Bali

4. Memilki Firasat Kuat untuk Tak Membiarkan Orang Lain Tahu Emosimu

Sebagai anak yang terabaikan secara emosional, Anda secara tidak sadar diajari bahwa orang lain tidak dapat diandalkan.
Kemudian, emosi adalah alat yang dimaksudkan untuk digunakan untuk melawan Anda.

Jadi, agar tidak dianggap lemah, Anda telah belajar menyembunyikan emosi dengan baik dari orang lain. Dan, tubuh Anda telah belajar melakukan hal ini secara tidak sadar untuk melindungi dari rasa sakit hingga penderitaan yang mungkin ditimbulkan oleh orang lain.

5. Anda Sulit Percaya pada Emosi Pribadi

Apakah Anda kesulitan memercayai emosi Anda?. Misalnya, seseorang mungkin menanyakan perasaan Anda tetapi, diri kita justru kesulitan membentuk kalimat yang tepat. .

Kenyataannya adalah Anda mungkin mengalami kesulitan menyelaraskan naluri dengan logika. Kemungkinan besar, orang tuamu mengajarimu bahwa emosimu tidak bisa diandalkan. ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore