alexametrics

Panggung JFW Hadirkan Modest Wear dengan Sentuhan Seni Jahit Korea

24 Oktober 2019, 11:06:08 WIB

JawaPos.com – Saat ini, modest wear atau busana tertutup Indonesia memang hadir lebih kekinian dan stylish. Tak jarang para desainer memasukan unsur seni dan budaya dalam koleksinya. Baik itu dari di dalam negeri maupun luar negeri.

Seperti yang disuguhkan Kami. di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 pada Rabu malam, (23/10). Mengangkat tema ‘Jana’, Kami. memang mencoba memberi tren baru di dunia modest wear. Yakni dengan sentuhan seni menjahit tradisional Korea, Pojabi atau Bojabi.

Uniknya, ungkap Creative Director Kami. Nadya Karina, Pojabi ini bukanlah teknik menjahit busana biasa pada umumnya. Melainkan menjahit potongan-potongan sisa bahan menjadi material baru yang laik di gunakan.

Koleksi ‘Jana’ dari Kami. yang menggunakan seni menjahit Korea di JFW 2020. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sehingga, ketika menciptakan busana dari proses Pojabi, bisa memberikan nilai memori dan recyle di dalamnya. Tentunya ini juga sejalan dengan semangat sustainable fashion yang sedang digaungkan dunia mode. Meskipun baru terlihat dari penggunaan kain sisa.

“Karena menggunakan kain bekas atau sisa tapi dipakai lagi dengan fungsi yang baru,” ujar Nadya.

Jika dilihat dari koleksinya, Kami. secara tidak langsung bukan hanya menggaungkan sustainable fashion, tapi juga memperlihatkan kalau penyatuan kain sisa bisa menjadi busana yang chic dan menarik. Terlebih potongan kain yang dijahit, dikawinkan dengan permainan warna khas Kami. yakni earth tone.

Hadir dalam 16 look, koleksi ‘Jana’ ini memang bermain dengan cutting dan motif geometris serta ditambah detal payet untuk memberikan kesan edgy look. Terlihat pula detail plisket bermotif dengan bahan see through dari Daliatex.

Kami. sendiri malam itu tampil satu panggung dengan desainer Indonesia lainnya. Yakni Barli Asmara dan Restu Anggraini. Ketiganya membawakan koleksi terbaru dengan dalam panggung Daliatex.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah



Close Ads