
Ilustrasi seseorang tengah menentukan pasangannya.
JawaPos.com - Orang tua telah membantu anaknya untuk belajar berjalan, berbicara, dan menuntun kehidupannya sejak sang anak dilahirkan. Hal tersebut berpengaruh besar pada anak dalam menyikapi berbagai pengalaman saat dewasa.
Termasuk juga berdampak besar saat seorang anak telah dewasa, ketika akan memilih pasangan dalam hubungan lawan jenis. Orang tua memiliki peran dalam kehidupan cinta anaknya. Karena hubungan romantis pertama yang dilihat anak yaitu pada orang tuanya.
Pengalaman tersebut akan menjadi landasan seorang anak untuk menentukan kriteria pasangannya. Dilansir dari laman Insider pada Minggu (26/11), dijelaskan pengaruh orang tua terhadap anaknya dalam memilih pasangan.
Tertarik pada Sesuatu yang Familiar
Perilaku dan cara berinteraksi orang tua akan memengaruhi hubungan anaknya dengan orang lain. Karena hal tersebut dianggapnya normal. Saat kecil, seorang anak akan tertarik pada orang tuanya, karena yang mengasuh mereka akan memenuhi keinginan, perhatian, cinta, dan pengakuan.
Begitu tumbuh dewasa, anak tidak lagi memiliki kebutuhan untuk pengasuhan. Tetapi memiliki kebutuhan emosional dengan pasangannya. Karena semua keinginannya terpenuhi, secara tidak sadar ketertarikan seorang anak kepada pasangan akan mengingatkannya pada orang tua.
Menggunakan Pengalaman sebagai Pembelajaran
Saat seorang anak tumbuh dengan orang tua yang memiliki sifat negatif, yang membuat mereka merasa diabaikan. Mereka akan mencari pasangan untuk menciptakan pembelajaran atas masa lalunya.
Sifat-sifat tersebut pada dasarnya tidak selalu baik atau buruk. Bisa jadi orang tua gagal menunjukkan kasih sayang, terlalu meremehkan, atau memberikan perhatian yang tidak bisa diterima. Ketika dewasa berada dalam suatu hubungan, mereka ingin memperbaiki situasinya berdasarkan pengalaman masa kecil.
Hubungan Orang Tua Membentuk Rasa Romantis
Sebagian besar anak menyaksikan cinta yang romantis pertamanya melalui hubungan orang tua. Cara orang tua berhubungan akan berdampak kepada anak di kemudian hari.
Misalnya ketika orang tua saling menyayangi dalam bentuk fisik, seperti berpegangan tangan atau berpelukan. Hal tersebut akan dianggap normal oleh anak. Jika orang tua tidak pernah bertengkar, maka seorang anak akan berpikir bahwa pertengkaran dalam sebuah hubungan adalah hal yang tidak sehat.
Contoh lain pada seorang anak yang menyaksikan orang tuanya selalu sependapat dan meminta maaf untuk menghindari konflik. Nanti, saat giliran anaknya memiliki sebuah hubungan, mereka akan memilih memendamnya untuk menghindari konflik.
Gaya Ketertarikan Terbentuk Sejak Anak
Gaya ketertarikan akan memberikan panduan tentang perilaku dan perasaan untuk memilih pasangan. Seorang anak memiliki gaya ketertarikan berdasarkan cara orang tua merawat mereka. Ini juga memengaruhi setiap dinamika hubungan yang dimiliki, termasuk dalam pertemanan maupun pekerjaan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
