alexametrics

Sediakan Mood Booster, Halau Stres saat di Rumah Saja selama Korona

23 Maret 2020, 20:28:47 WIB

Psikolog Lathifah Hanum mengatakan masyarakat dapat memperbanyak asupan yang dapat menambah semangat atau mood boster saat berdiam di rumah dalam upaya mencegah penularan wabah korona (Covid-19).

“Sediakan hal-hal yang biasanya menjadi mood booster kita sehari-hari,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) tersebut melalui rilis pers yang diterima Antara, Senin (23/3).

Ia mengatakan, cara meningkatkan semangat agar tidak jenuh saat menjalani karantina mandiri dapat dilakukan dengan banyak hal, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman kesukaan. “Jika biasanya kita membeli kopi dalam perjalanan ke kantor untuk menemani pagi sebelum menjalani aktivitas, maka sekarang sediakan kopi tersebut di rumah. Tetap resapi rasa kopi tersebut seperti biasanya kita menyeruputnya setiap pagi,” katanya.

Selain itu, cara lain untuk mengurangi stres karena swa-isolasi adalah dengan tetap menjalin relasi dengan orang lain.

Meskipun sedang banyak mengalokasikan waktu di rumah, masyarakat, kata dia, tetap dapat menjaga relasi dengan orang lain dengan memanfaatkan media yang tersedia. “Kita bisa juga mencoba media-media baru dalam interaksi kita tersebut, misalnya video call dengan fitur-fitur lucu yang disediakan oleh media tersebut,” katanya.

Meski tidak bertatap muka secara langsung, interaksi sosial semacam itu, kata dia, dapat membantu mengekspresikan pikiran dan perasaan sehingga stres dapat berkurang.

Berikutnya, upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah dengan membatasi konsumsi berita. Di tengah wabah korona yang menjangkit semakin banyak orang, mengurangi konsumsi berita dapat menjadi solusi yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman dan kepanikan akibat membaca berita-berita yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pada kondisi saat ini, berita merupakan salah satu hal penting karena kita perlu mengetahui kondisi dunia, terutama kondisi negara kita sendiri. Namun jika kita terus mendengarkan berita tersebut selama 24 jam, maka kita pun bisa menjadi tertekan,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk membatasi akses terhadap berita-berita yang bersifat negatif. “Utamakan untuk mencari berita dari website yang terpercaya dan mampu memberikan kita solusi terhadap situasi yang terjadi saat ini. Misalnya, website WHO,” katanya.

Kemudian, yang terpenting dari semua upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

“Beraktivitas di rumah bisa membuat kita terlena dengan waktu dan lupa waktu makan. Biasakan untuk tetap makan tepat waktu,” kata dia.

Selain menjaga kesehatan tubuh, asupan makanan yang sehat juga dapat menjaga kesehatan mental. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tetap menjaga asupan makanan agar tetap sehat secara jiwa dan raga. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara



Close Ads