alexametrics

Begini Bunda, Cara Ajarkan Nilai Tanggung Jawab pada Anak

23 Februari 2020, 00:32:22 WIB

JawaPos.com – Orang tua mana yang tidak kesal, jika melihat anaknya tidak bertanggung jawab. Misalnya menaruh barang di sembarang tempat. Nah, sebetulnya, buah hati bisa diajarkan nilai bertanggung jawab itu sejak dini lo. Tak harus menunggu anak beranjak besar.

Menurut psikolog anak Anita Chandra, sejak buah hati berusia di bawah setahun, mereka bisa diajak berkompromi untuk mengenal nilai tanggung jawab. Karena, lanjut Anita, di usia kurang setahun anak dapat membaca bahasa reseptif. Apa itu kemampuan bahasa reseptif? “Kemampuan berbahasa anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, kejadian lingkungan sekitar, hingga mengerti maksud mimik dan nada atau suara,” ujarnya saat ditemui dalam Kao Caring Innovation for Future Generation, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2).

Eit, tapi bunda atau ayah harus ingat, ya. Ajarkan nilai tanggung jawab sesuai usia juga. Psikolog yang berpraktik di RS Columbia Asia Jakarta itu memberi contoh. Misalnya, batita mulai diajarkan cara bertanggung jawab menjaga lingkungan dengan membuang sampah. “Ini tempat sampah untuk buang yang sudah tak terpakai,” tuturnya.

Saat anak berhasil melakukan sesuatu yang sarat nilai tanggung jawab, orang tua boleh memberikan apresiasi. Tak perlu berupa benda, ya. “Cukup dengan kalimat, ‘wah terimakasih sudah bantu ngembalikan remote tv-nya’,” tambahnya.

Bagaimana ketika anak tak bertanggung jawab? Anita tidak menyarankan untuk lantas marah. Cari tahu terlebih dulu. Apakah sudah benar nilai tanggung jawab yang diajarkan. Seperti, stimulasi kepada anak apa sudah sesuai. Ingat, tidak semua masalah diselesaikan dengan emosi.

Menurut Anita, hargai proses anak untuk mengenal apa itu bertanggung jawab. “Selalu support juga,” ujarnya. Sementara itu, terpisah, pakar pemerhati tumbuh dan kembang anak Susilo Achbar mengungkapkan, kunci untuk mengajarkan bertanggung jawab adalah dari hal kecil dan yang dekat dengan anak. “Ajak mempersiapkan perlengkapan sekolah, misalnya. Atau, libatkan anak saat orang tua memenreskan rumah,” jelasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Dimas Nur Aprianto



Close Ads