alexametrics

Siap Menuju New Normal, Cerita Para Desainer Bertahan Saat Covid-19

22 Mei 2020, 04:08:53 WIB

JawaPos.com – Dunia fashion ikut terkena dampak pandemi Covid-19. Tren penjualan yang bergeser lewat transaksi online, membuat para desainer harus semakin kreatif. Mereka tetap harus bergeliat dan berkreasi untuk menuju era hidup normal yang baru atau New Normal berdampingan dengan virus Korona.

Para desainer umumnya mengaku siap untuk tetap eksis saat era New Normal. Selama beberapa bulan terakhir pun mereka sudah mematuhi protokol kesehatan dan anjuran pemerintah. Namun tentu saja, praktiknya tetap tak mudah. Kendala dan proses adaptasi terhadap badai harus tetap dilewati.

Desainer Itang Yunasz yang sudah puluhan dekade berkarya, ternyata juga merasakan sulit saat masa-masa awal pandemi. Namun karena dia yakin bisa mengatasi situasi ini, maka lama kelamaan justru penjualan tetap stabil dan bahkan meningkat selama Ramadan dan Lebaran.

“Kalau boleh dibilang sulit ya, sangat sulit di awal Korona ini dinyatakan pandemi. Langsung penjualan anjlok di offline mau pun online. Tapi show must go on. Buat saya dalam keadaan seperti ini harus muncul ide-ide baru bagaimna kita bisa menjual barang-barang yang sudah diproduksi untuk Ramadan dan Idul Fitri,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Itang melakukan banyak strategi baru dalam pendekatan terhadap customer, menjemput bola, dan menurunkan sedikit harga agar barang cepat berputar dan dia menerima cash money. Meski begitu dirinya tetap sangat bersyukur era digital dan e-commerce membantunya tetap berjaya.

“Saya bersyukur produk di e-commerce itu bukan barang yang dititip dengan systm konsinyasi. Mereka beli putus ke saya. Tapi kan tetap sebagai produsen, saya merasa punya tanggung jawab yang besar supaya ke depan mereka tetap berbelanja ke saya. Dan barang ini harus mencapai targetnya,” paparnya.

“Di sinilah saya berperan serta ikut menjual produk saya itu di sosial media saya, FB dan IG yang saya rasa sangat efektif sekali,” jelasnya

Itang membantu promosikan dan segera melakukan transaksi pada e-commerce tersebut. Ternyata produknya laris manis.

“Dan cukup berhasil bahkan ada yang melapor balik ke direct message saya kalau dia enggak dapat baju yang dia inginkan. Saya rasa dalam keadaan seperti ini kita harus aktif dan punya gagasan serta kreativitas harus terus,” ungkapnya.

Menghadapi masa New Normal, Itang merasa siap dan selalu diberikan kemudahan jika seseorang percaya pada kuasa Tuhan. “Saya sungguh sangat beruntung, dalam doa yamg saya panjatkan semua Allah kasih kemudahan. Kadang saya enggak mengerti waktu pandemi ini mulai dikabarkan. Justru ara yang belanja barang-barang untuk ramadan yamh cukup fantastis. Jadi buat saya yakin yang Allah katakan dalam kesempitan ada kemudahan,” katanya.

Itang pun sudah menerapkan protokol kesehatan selama memasuki era New Normal. Di mana semua pegawainya memakai masker dan rajin menjaga kebersihan tangan.

“Saya enggak punya butik. Saya cuma ada warehouse selain online. Warehose tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Cerita lainnya juga datang dari Desainer Fashion Tities Sapoetra. Era pandemi ini cukup berdampak pada proses produksinya. Meski begitu, penjualan koleksinya selama pandemi tetap cukup baik.

“Wah pandemi ini berat sih. Bukan karena enggak ada orderan ya, namun karena PSBB ini semua harus mengikuti jadwal yang sudah dibuat oleh pemerintah,” ungkap Tities.

Maka kesulitan atau kendalanya adalah dalam mendapatkan bahan baku produk. Semuanya lebih terbatas yang membuat daya geraknya ikut terbatas. Meski begitu selain memanfaatkan kecanggihan teknologi, Tities juga memastikan dia dan stafnya selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi kayak toko bahan tutup, tempat printing juga tutup. Jadi benar-benar sulit banget geraknya. Tapi kalau orderan, di Alhamdulillahnya orderan tuh masih ada, cuma alat pendukungnya saja yang terbatas,” tutup Tities.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads