alexametrics

Mau Pacaran Sehat Secara Keuangan, Ini Tipsnya

22 Februari 2020, 10:30:22 WIB

JawaPos.com – Pacaran merupakan proses menuju komitmen hidup senang maupun susah. Rasa sayang kepada pasangan sering diekspresikan dengan cara memanjakan. Namun tentu saja ada batasan dalam memanjakan pasangan.

Spesialis Investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha berbagi tips agar hubungan sebelum menjalin komitmen serius dalam pernikahan keuangan tetap sehat.

1. Terbuka dengan pasangan

Tahap berpacaran sering disebut sebagai tahap pendekatan dan mencari kecocokan sebelum menuju tahap yang lebih serius dalam berkomitmen (menikah). Tahap pendekatan adalah saatnya mengenal pasangan dan level kompromi yang dapat kita berikan satu sama lain.

“Saatnya untuk saling terbuka, menjadi diri sendiri apa adanya. Kejujuran sangatlah penting dalam membina hubungan, termasuk jujur dalam keuangan. Apakah keuangan yang kita miliki sudah 100 persen mandiri adalah hasil keringat sendiri atau masih ada bantuan dari orang tua?,” ujarnya Sabtu (22/2).

2. Sesuaikan dengan kemampuan

Ketika menunjukkan rasa sayang kepada pasangan, adakalanya kita akan memberikan barang-barang yang harganya tidak murah. Bagi pasangan yang sering dimanjakan, apakah harga diri bisa terbeli dengan pemberian berlebihan? Sementara bagi yang suka memanjakan pasangan, coba tanyakan apakah pasangan masih akan menyayangi kita seandainya tidak punya uang.

Ketika memberi suatu benda materiil kepada pasangan, sesuaikan dengan kondisi kantong, jangan sampai berutang yang justru akan memberatkan kondisi finansial masa depan.

“Memasuki tahap ini, biarkan hati bekerja untuk menjajaki kecocokan secara wajar, murni, tanpa kepalsuan dan emosi atas kekayaan atau keserakahan,” tuturnya.

3. Mulai atur pola manajemen keuangan

Saat kedua pasangan sudah yakin dengan pilihannya dan berani menatap hari depan bersama, langkah berikutnya adalah mulailah perencanaan rumah tangga. Bagaimana membangun keluarga mandiri ke depannya, termasuk mandiri secara keuangan. Langkah pertama adalah pengaturan pola manajemen keuangan.

Masing-masing harus bisa mengetahui berapa pengeluaran setiap bulan, berapa utang yang dimiliki serta berapa aset yang dimiliki. Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk investasi, demi masa depan yang lebih baik.

Masih ada tahapan berikut yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang: menikah, memiliki anak, sekolah anak, rumah, hingga persiapan pensiun.

Menurutnya, dalam hal ini keterbukaan finansial menjadi faktor penting. Sudah ada saling percaya, bahkan mulai tumbuh saling ketergantungan. Dan semua kepercayaan dan saling terbuka ini tidak akan terjadi, jika tidak dilatih sejak awal pacaran. Biarkan hati yang menjajaki secara murni kecocokan masing-masing.

“Pacaran adalah proses mencari kesiapan untuk hidup senang maupun susah secara bersama. Inilah yang disebut pacaran yang sehat finansial,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads