Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Maret 2021 | 05.16 WIB

Jangan Kotori Laut, Ini Cara Bijak Atasi Sampah Tekstil dan Fashion

Pameran - Image

Pameran

JawaPos.com - Industri mode sudah mulai menyadari beberapa tahun belakangan ini bahwa konsep fashion ramah lingkungan atau sustainable fashion bisa mengatasi masalah limbah tekstil. Tak sedikit limbah fashion selama ini sudah mengotori alam terutama laut

Sejauh Mata Memandang (SMM) sebagai label fashin dan agen perubahan berkomitmen untuk menjadi label yang lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran konsumen, bersama TACO dan Ashta District 8, SMM, mereka pameran yang bercerita tentang darurat sampah tekstil dengan tajuk 'Sayang Sandang, Sayang Alam'.

Pasar untuk industri fashion terus berkembang dan dinamis, hal ini juga dipengaruhi oleh pergerakan tren yang sangat cepat. Fakta secara global, industri fast fashion memberikan pilihan kepada konsumen untuk dapat membeli lebih banyak pakaian dengan harga yang terjangkau sehingga mengakibatkan akumulasi limbah fashion terus meningkat.

Hal ini juga ditambah dengan penggunaan serat sintetis seperti poliester yang merupakan serat plastik dan tidak dapat terurai secara hayati. Bahkan membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk dapat terurai. Terlebih lagi, sekitar 85 persen dari sampah tekstil dibuang ke tempat sampah dan laut.

Menyikapi hal ini, #sejauhmanakamupeduli menghadirkan beberapa solusi untuk dapat berkontribusi dalam menyelamatkan bumi dari limbah fashion. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran akan kerusakan lingkungan yang telah terjadi, memilih serat alami untuk tekstil, berbelanja lebih sedikit, membeli kualitas yang baik sehingga tahan lama, dan membeli produk dengan konsep daur ulang.

“Fakta menunjukan bahwa fashion merupakan salah satu penyumbang polutan sampah terbesar. 95 persen sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang (recycle) atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain (upcycle)," kata Pendiri dan Direktur Kreatif SMM Chitra Subyakto, dalam webinar, Selasa (9/3).

Sebagai label dengan konsep slow fashion, salah satu cara mengurangi sampah tekstil adalah dengan menciptakan sandang dari bahan yang dapat terurai. Lalu memanfaatkan sisa kain produksi, melakukan program daur ulang dan modifikasi nilai guna dari kain.

"Komitmen ini merupakan langkah nyata untuk mengajak konsumen membantu menyelamatkan lingkungan kita," tegasnya.

Bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor, pameran ini juga didukung oleh Lynx Films, Mata Studio, Magnifique, Davy Linggar, Wardah, Pable Indonesia, Syah Establishment, dan Greenpeace sebagai NGO partner. Dengan mengutamakan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, membatasi interaksi, dan menjaga kebersihan tangan pengunjung diberikan berbagai edukasi dan informasi terkait fakta mengenai sampah tekstil.

Pameran 'Sayang Sandang, Sayang Alam' terdiri dari beberapa area antara lain; area fakta mengenai sampah tekstil, video informative dan visual hasil kolaborasi dengan Greenpeace, Davy Linggar, Dian Sastrowardoyo, Tulus, Gustika Hatta, dan Mesty Artiariotedjo. Tersedia juga area kotak penyaluran (dropbox) sampah tekstil. Terdapat juga Kios Sejauh menjual produk-produk daur ulang dari sisa bahan produksi dan pakaian bekas. Produk-produk daur ulang SMM cukup beragam seperti; selop, tas serba guna dan kondangan, aneka bantal, masker kain, topi, dan koleksi pakaian daur.

Menurut Chitra, industri fashion merupakan salah satu kunci pembangunan ekonomi namun juga penyumbang mikrofiber plastik yang dibuang ke laut. Tentunya hal ini menjadi menjadi tantangan mulai dari produsen, desainer, hingga konsumen. Melalui pameran ini pihaknya mengharapkan dukungan konsumen agar terjadi perubahan yang kita inginkan.

“Mewujudkan perubahan ini, kami berkomitmen sebagian dari penjualan akan disumbangkan untuk mendukung beberapa organisasi melalui kemitraan kolaboratif. Memperkuat dampak dana pada skala global sambil mendukung komunitas lokal di daerah rawan,” tutup Chitra.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/1fYq2EjJWvw

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore