alexametrics
Hari Kartini

Ada Kekuatan Kartini di Balik Sosok Desainer Agnes Budhisurya

21 April 2018, 08:35:12 WIB

JawaPos.com – Namanya adalah Agnes Budhisurya. Seorang desainer senior yang sudah berkarya memajukan kain nusantara selama 60 tahun. Agnes meneladani kekuatan sang Kartini dengan gaya dan caranya sendiri lewat fashion. Salah satunya lewat cat seni lukis di setiap goresannya. 

Pada tahun 1958, seorang Agnes yang masih berumur 13 tahun membuat gaun nya sendiri dibawah arahan sang ibu, seorang pembuat gaun pernikahan. Sementara sang ayah bekerja menciptakan rangkaian bunga yang cantik dan  kerajinan kertas dengan bentuk burung hingga kupu-kupu dengan tangan-tangannya yang kokoh. Sejak saat itu, sepanjang hidupnya Agnes selalu membuat gaun-gaun melalui banyak bentuk dan pengalaman hidup.

Dari pertama kali mendapatkan pesanan secara komersial ketika bekerja bersama  dengan kakak dan adiknya, membuat pakaian untuk teman-teman kuliahnya. Hingga ketika mendapatkan pesanan besar pertamanya yang akhirnya berujung memulai perusahaan dan merek usaha, Agnes telah melakukan semuanya secara konsisten dan luwes sejak usia dini.

Memulai semuanya seorang diri hanya dengan modal kain dan gunting, hingga mempekerjakan sampai 150 orang dalam pengerjaan border. Bahan mewah yang dilukis, sampai batik dan tenun selalu membuat tanah air bangga atas karyanya. Tahun ini Agnes merayakan  perayaan 60 tahun dalam menjalankan apa yang selama ini dia kerjakan dengan penuh gairah dengan menciptakan kreasi yang cantik.

“Mengenai kelebihan, jangan saya yang menilai. Tetapi, yang membuat beda adalah saya melukis sendiri di atas kain, sehingga hasilnya berbeda dengan yang lain. Itu kuncinya jika ingin sukses, harus berani tampil beda,” kata Desainer anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu kepada JawaPos.com.

Kapasitasnya dalam dunia mode telah diakui oleh banyak kalangan. Salah satu buktinya, karyanya laku di berbagai negara seperti negara-negara Eropa, Jepang, Timur Tengah dan Afrika Selatan.

Meskipun Agnes mulai membuat pakaian-pakaian indah sejak dari masa remaja, perjalanannya tak lepas dari dukungan keluarga terdekatnya. Agnes sampai bermitra dengan kakak perempuannya dalam industri konveksi.

Sang kakak menjualkan karya-karyanya dari pintu ke pintu, sampai akhirnya memasuki bisnis tersebut sendiri. “Sampai saya akhirnya menemukan ciri khas saya dari bordir hingga seni lukis,” kata perempuan berusia 73 tahun itu.

Karyanya dengan bordir membumbungkan tinggi namanya, dan hasil karya karya tersebut terpampang di jendela-jendela butik di tempat-tempat sejauh Tokyo dan New York. Bahkan hingga di Timur Tengah dan Afrika Selatan.

Seiring dengan kesuksesan tersebut, mulai banyak tiruan dari karya-karyanya di mana-mana. Sehingga membawa dia untuk terus memikirkan bagaimana agar karyanya menjadi semakin unik dan tidak bisa ditiru. Itulah Kartini di dalam diri Agnes yang tak pernah menyerah dan berhenti. 

“Melalui kecintaan terhadap seni lukis, saya akhirnya menemukan media baru, cat  lukis. Maka mulai dari lembaran kain yang halus, hingga kemudian melalui karya dengan batik dan tenun,” papar Agnes.

Pesan Agnes Bagi Kartini Modern di Dunia Mode

Agnes menghargai sebuah kemajuan zaman dan mengapresiasi munculnya bibit-bibit muda berbakat di dunia fashion. Satu kunci yang selalu dia ingatkan adalah agar generasi muda harus selalu tampil otentik menunjukkan sisi orisinalitasnya. Jangan meniru dan menjiplak. 

“Meneladani Kartini itu harus kerja keras, selalu berkarya, mencari yang baru tak pernah berhenti belajar,” kata Agnes. Kunci dia bisa berdiri tegak selama 60 tahun adalah membutuhkan kesabaran, keuletan dan ketekunan.

Dia membuktikan tajinya sebagai seorang perempuan tak boleh berhenti belajar. “Selalu menggali potensi yang ada di dalam diri sendiri, belajar mencari keunikan sendiri,” tandasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ada Kekuatan Kartini di Balik Sosok Desainer Agnes Budhisurya