alexametrics

Tren Sajadah Warna Pastel Berdesain Budaya Maroko Bagi Perempuan Urban

21 Februari 2020, 16:13:28 WIB

JawaPos.com – Sajadah atau permadani sebagai alas untuk ibadah tentu sangat penting fungsinya bagi umat islam. Sesuai syarat sah salat, tentunya bersih adalah sebagian dari iman. Maka tren aneka model sajadah ternyata saat ini sudah mulai muncul.

Dalam perheletan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020, sajadah modern sudah merambah pasar Dubai, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sehingga bukan mukena saja yang menjadi tren, sajadah kini sudah mulai diperhatikan.

Selama ini desain sajadah biasanya mengikuti paduan mukenanya, atau berdesain dengan material karpet klasik.
Khusus untuk milenial dan perempuan urban yang dinamis dan aktif, ternyata warna pilihan sajadahnya adalah warna pastel dengan bahan yang lembut.

“Pasti inginnya sajadah yang stylish dan kekinian. Terlihat begitu urban. Misalnya motif dekoratif yang ramai atau border bergaya klasik, itu yang banyak dipilih saat ini. Best seller malah warna-warna pastel,” kata Nadja dan Heikal, Founder label Lasouk dari Kanada dan Singapura kepada wartawan, Kamis (20/2).

Sajadah Cita Rasa Desain Maroko

Khusus untuk motifnya, desain sajadah dengan sentuhan budaya Maroko ternyata paling digemari. Sebab coraknya yang minimalis dengan bentuk geometri dinilai segar dan tidak berlebihan.

“Warnanya warna tumbuh-tumbuhan. Motifnya geometri dari bangunan-bangunan di Maroko dan dindingnya yang unik. Cocok untuk perempuan, kosmopolitan, suka travel dan media sosial tetapi tetap khusyuk dalam beribadah,” jelas Nadja dan Heikal.

Mereka menyarankan dalam memilih sajadah harus memiliki bahan yang nyaman. Sehingga bisa nyaman untuk lutut dan tidak cedera.

“Misalnya bahannya menggunakan bantalan tebal yang mampu melindungi lutut dari kemungkinan cedera otot. Lalu untuk lapisan bawah sajadah, menggunakan karet natural dengan grip yang kuat sehingga sajadah terhampar dengan baik tanpa takut terlipat maupun slip,” kata mereka.

Tips lainnya adalah cara mencuci sajadah. Sebaiknya dicuci dengan mesin cuci kecepatan lambat dan jangan terlalu lama.

“Atau cukup dibasuh dengan air dan sabun cair sedikit saja kemudian keringkan dan angin-anginkan,” kata keduanya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads