alexametrics

Tampil Mewah Saat Lebaran Berbusana Bahan Sutera dan Rami Khas Korea

19 Mei 2020, 20:16:35 WIB

JawaPos.com – Para desainer tetap berkreasi di tengah pandemi Covid-19 khususnya dalam menyiapkan koleksi Lebaran. Untuk Lebaran kali ini, label KAMI menyiapkan koleksi yang lengkap dengan kiblat pada budaya Korea.

Tantangan pandemi Covid-19 tentu memengaruhi pola penjualan dan transaksi dengan konsumen yang lebih fokus dengan cara online atau virtual. Kondisi ini menjadikan tantangan tersendiri bagi industri fashion, termasuk KAMI yang merupakan label pakaian modest.

Berbeda dari tahun sebelumnya, di mana Ramadan identik dengan peningkatan bisnis karena didorong oleh perhelatan Hari Raya, kali ini KAMI mencoba mengeksplor beragam terobosan untuk tetap menghadirkan koleksi baru. Lewat acara Raya Stream Fest, KAMI memamerkan koleksi busana lebaran yang bernama JANA.

Koleksi ini terinspirasi dari Pojagi, teknik quilting tradisional Korea berusia 2000 tahun yang menggabungkan beberapa jenis kain seperti sutera dan rami. Semua kain kemudian dijahit menjadi satu kain utuh.

“Sejarah Korea menyebutkan bahwa semua kalangan masyarakat memanfaatkan kain tersebut untuk membungkus hadiah istimewa yang menandakan bahwa pemberi dan penerima sama-sama menghargai hubungannya,” kata Creative Director and Founder KAMI, Nadya Karina dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

Koleksi Raya JANA hadir dalam bentuk ready to wear dari koleksi yang sebelumnya pernah dibawakan oleh KAMI di Jakarta Fashion Week 2020. Pada seri koleksi Raya JANA ini, KAMI tetap menonjolkan warna-warna earth tone yang menjadi ciri khasnya yakni hijau tua, cokelat, kuning mustar, serta nuansa terakota.

Seperti koleksi Raya tahun sebelumnya, untuk koleksi JANA tersedia dalam model pakaian sarimbit, yang cocok untuk pakaian lebaran keluarga. Pilihan model terdiri sembilan look, mulai dari tunik, kimono wrap fan long outerwear, dan dress untuk wanita, baju Koko untuk pria dan anak, serta dress untuk anak.

Selain model koleksi sarimbit, yang menarik dari koleksi Raya JANA ini adalah penggunaan teknik pleats yang diaplikasikan pada bagian tertentu seperti bagian lengan dan hem tunik, sehingga memberikan kesan playful dan elegan. Elemen bunga dan tulisan kuno menghiasi motif pada koleksi wanita & anak, kedua elemen ini mengingatkan kembali pada seni dan budaya Korea, asal inspirasi dari Pojagi.

“Pemakaian motif Pojagi merupakan bentuk lain untuk menghargai diri sendiri. Maka dari itu, nama JANA dipilih diambil dari bahasa Slavia yang berarti God’s gracious gift, sehingga agar pemakainya lebih percaya diri dan bersyukur atas pemberian Tuhan,” jelas Nadya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads