
Koleksi Kebaya Fitri Alamsjah.
JawaPos.com - Mempersiapkan busana pernikahan biasa dilakukan pasangan yang akan menikah. Tidak hanya sekedar elegan dipandang mata, busana harus mencerminkan jati diri dan simbol adat bagi kedua mempelai. Seiring perkembangan jaman, busana pengantin telah dimodifikasi ke dalam berbagai gaya yang modern.
Seperti yang dilakukan desainer kebaya pengantin, Fitri Alamsjah untuk membuat tampilan kebaya lebih masa kini. Kepada JawaPos.com ia mengatakan kebaya pernikahan saat ini telah banyak dimodifikasi dengan unsur modern. Ia pun turut melakukannya, dengan menggabungkan bahan tradisional bludru pada kebaya Jawa dengan materi brokat untuk memberikan efek ramping bagi si pemakai.
"Karena sebagian besar calon pengantin lebih menyukai detail yang modern. Jadi cara mensiasati dengan tetap menggunakan bahan tradisional namun siluetnya modern. Seperti kebaya dengan bahan dasar bludru, aku mix dengan brokat dari Perancis," ucapnya usai menghadiri acara Konferensi Press Wedding Exhibition Kama Asmara, di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selasa (26/6).
Baju adat saat ini tetap diminati oleh banyak pasangan. Hal itu mencerminkan simbol kearifan lokal dan budaya yang masih berlaku. Menurut Fitri sah-sah saja untuk memodifikasi busana tradisional, namun harus tetap memperhatikan pakem dan akarnya. Seperti halnya busana khas Minang yang lekat dengan bahan bludru dan aksesoris kepala Suntiang yang tidak boleh ditinggalkan.
"Kalo adat Minang itu cenderung pake model baju kurung. Nah biasanya aku siasati dengan pemilihan bahan brokat. Kalo aplikasi detail bisa lebih modern namun tak meninggalkan akarnya," lanjutnya.
Untuk melengkapi tampilan kebaya di hari pernikahan, ia pun menyarankan untuk menggunakan aksesories seperti sepatu. Secara pakem, kebaya selalu dipasangkan dengan slop yang memiliki hak tidak kurang dari 7 cm. Namun untuk memberi nuansa modern, pengantin juga bisa menggantinya dengan high heels bertabur detail payet atau mutiara.
Ditanya mengenai kombinasi dua kebaya dari adat berbeda, ia menyarankan untuk tidak melakukannya dalam satu look. Sebab masing-masing adat memiliki aturan yang tidak bisa dilanggar. Seperti halnya kebaya Jawa dan Sunda yang memiliki potongan khusus dan sudah terangkai dalam satu nafas.
"Biasanya kalo pingin memasukkan dua adat sekaligus, aku menyarankan dipisah. Pas akad nikah pake kebaya Jawa, begitu malam resepsi Sunda. Agar keutuhan pakem bisa tetap terjaga dan gak bentrok," tuturnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
