alexametrics

Limbah Plastik di Laut jadi Beban Asia Tenggara, Daur Ulang Solusinya

18 Januari 2022, 20:33:47 WIB

“Realita bahwa harus mengumpulkan sampah plastik dari 17 ribu pulau mempersulit betapa rumitnya krisis polusi plastik di Indonesia. Hal ini disebabkan karena banyak tantangan logistik dan kompleksitas dalam rantai nilai daur ulang limbah plastik,” jelas Founder dan CEO Circulate Capital Rob Kaplan, secara daring baru-baru ini.

Terlebih lagi, Prevented Ocean Plastic Southeast Asia akan memenuhi permintaan pasar yang sudah mulai terbuka dan menerima penggunaan plastik daur ulang bekualitas tinggi dan traceable. “Usaha ini menjadi blueprint infrastruktur daur ulang dan ekonomi sirkular terbaik di kelasnya dan di seluruh kawasan Asia Tenggara,” imbuhnya.

CEO Polindo Daniel Law mengatakan kerja sama ini memungkinkan untuk
mengembangkan infrastruktur pengumpulan sampah yang dapat memenuhi banyaknya permintaan komoditas daur ulang plastik yang traceable. Sementara, juga mendukung masyarakat di luar Pulau Jawa yang membutuhkan bantuan.

“Kami percaya bahwa ini adalah kesempatan untuk mengatasi sekaligus mengoptimalkan logistik pengumpulan dan pemilahan limbah plastik, di mana biasanya lebih rumit di daerah-daerah terpencil sekitar Indonesia. Dengan demikian, kami dapat memberikan peluang pendapatan dan model insentif bagi penduduk sekitar fasilitas, sehingga memobilisasi pengumpulan sampah informal serta mengurangi pencemaran plastik di laut,” kata Daniel.

Direktur Bantam Materials United Kingdom Raffi Schieir menambahkan solusi ini memberi bantuan kepada masyarakat yang tidak pernah memiliki akses ke infrastruktur daur ulang. Permintaan global sudah meningkat untuk plastik daur ulang tracable dan berkualitas tinggi.

“Pemerintah di Eropa dan pasar internasional juga telah menghimbau untuk memanfaatkan plastik daur ulang dalam kemasan produk. Sehingga menjadi perubahan dalam industri pengelolaan sampah plastik di Indonesia, mencegah sampah plastik di lautan dalam skala besar, serta mendorong inklusi sosial dan keuangan yang lebih luas,” tutup Raffi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads