alexametrics

Desainer: Diklaim Malaysia, Batik Baru Dihargai

17 Januari 2018, 19:57:08 WIB

JawaPos.com – Penggunaan kain tradisional kini tengah marak digunakan para desainer Indonesia. Sebut saja batik dan tenun, memiliki magnet tersendiri bagi pecinta fashion, bahkan di mancanegara.

Bukan hanya desainer, masyarakat khususnya kaum muda pun mulai menggandrungi batik sebagai paduan gaya sehari-hari yang chic. Desainer senior, Harry Darsono, melihat masyarakat baru bisa menghargai ketika budaya kearifan lokal tersebut nyaris dicaplok negeri seberang.

Tapi, tentunya peristiwa klaim itu berdampak positif bagi perkembangan batik khususnya panggung mode Indonesia. Busana berbau batik saat ini semakin beragam ketika Malasyia melempar isu bahwa batik milik mereka.

“Fashion tanah air sekarang di mana-mana sudah viral ya. Yang bagus pada waktu Malaysia klaim batik itu barulah kita ‘tersengat listrik’. Akhirnya, batik kita sekarang bagus-bagus,” katanya di sela-sela ‘Indonesian Arts Exhibition’ di Jababeka Convention Center (JCC) Cikarang, Rabu (17/1).

Diluar batik, kain songket dan tenun nusantara pun mulai muncul dalam rancangan banyak desainer. Untuk tenun sendiri, ungkap Harry, sebenarnya bisa dicapai dengan harga lebih murah. Apalagi keindahannya makin bertambah jika diterapkan di atas kain sutera.

Sayangnya belum seluruh dunia mengetahui Indonesia memiliki tenun yang indah. “Tenun kita banyak yang bagus dan murah tapi pemasarannya harus diperluas. Jangan sampai dunia enggak tahu kita punya kain tenun dari sutera bagus banyak di mana-mana, Jogja, Jepara, NTT dan lainnya,” jelas Harry.

Tantangan lainnya tentu banyaknya batik dan tenun cetak (printing) yang merusak daya beli dan gairah perajin. Karena itu, untuk menghargai kain nusantara, Harry mendorong agar masyarakat selektif dalam memilih kain tenun dan batik tulis atau cap, dan bukan cetakan.

“Saya tak ngomong printing, sebab kain printing pasti jelek,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ika/JPC)



Close Ads
Desainer: Diklaim Malaysia, Batik Baru Dihargai