alexametrics

Sudah Menikah dan Sibuk Urus Anak, Geng Ibu-Ibu Tetap Eksis

15 Desember 2019, 16:08:20 WIB

JawaPos.com – Pernah kan melihat geng remaja masa-masa sekolah dulu, saat masih SMP atau SMA. Hal itu tentunya yang terbersit saat melihat kehebohan para ibu rumah tangga yang masih menjalin persahabatan beramai-ramai dalam sebuah grup. Di Bandung, ada kelompok ibu-ibu rumah tangga yang menamakan diri mereka Arisan Bandung Cantik.

Kegiatannya tak hanya arisan, tetapi juga olahraga bersama, jalan-jalan, makan-makan, menari, hingga kegiatan sosial. Sekali kumpul, bisa terdiri dari 36 orang ibu-ibu yang super heboh. Tak hanya kompak dalam berkegiatan, mereka juga kompak dalam berpakaian dengan sering menggunakan seragam bareng.

Berbagai macam dresscode sering diterapkan ketika berkumpul bersama. Paling sering, kelompok ini bertemu untuk mengocok arisan. Rata-rata mereka sudah memiliki buah hati dua orang atau lebih. Usianya antara 30-40 tahun.

Sang kuncen, Ketua Arisan Bandung Cantik, Riza Noorjaya mengungkapkan keseruan kegiatan mereka. Anggotanya berasal dari mulai teman-teman dan sahabat yang berawal dari antar sekolah anak. Karena sudah jarang bertemu, maka masing-masing berinisiatif membuat arisan. Follower mereka di Instagram juga sudah lumayan, mencapai lebih dari 500 followers.

“Kami sahabat semuanya. Kalau sudah kumpul seru-seruan ada 36 orang. Beberapa di antara kami juga ada selebgram sih,” kata Riza kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurut Riza, kumpul-kumpul bisa dilakukan satu bulan sekali. Bagi anggota yang rumahnya di luar Bandung, seperti di wilayah Jabodetabek, maka tiap bulan wajib ke Bandung.

“Dulu malah ada anggota kami yang lebih jauh lagi. Dari Kalimantan bela-belain ke Bandung. Biar seru saja,” ujar Riza.

Manfaatnya, kata dia, selain menjalin silaturahmi dan jaringan pertemanan, grup yang kuat juga bisa membantu sesama. Misalnya dengan menggelar acara sosial untuk menyantuni kaum duafa. Selain itu, para ibu yang sudah tidak terlalu sibuk mengurus anak dan rumah tangga, juga berhak punya Me Time.

“Karena namanya ibu-ibu ya sibuk di rumah pun harus punya quality time lah sama teman-teman. Sudah punya anak masing-masing kan. Enaknya jalin lagi kumpul-kumpul. Saat berkumpul pun mau ajak keluarga juga boleh kok,” ungkap Riza.

Berbagai kegiatan Arisan Bandung Cantik, genk ibu-ibu yang aktif berkegiatan. (dok Arisan Bandung Cantik)

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan para ibu rumah tangga ini seringkali melibatkan Event Organizer atau penari untuk menghibur acaranya. Atau mereka juga mewajibkan penggunaan dresscode setiap kumpul.

“Makanya kami punya kas bulanan. Biasanya Rp 50 ribu, kalau lagi ada acara Rp 100 ribu. Dan kami juga di-endorse atau ada sponsor dari label tertentu,” ungkapnya.

1. Arisan

Arisan Bandung Cantik biasanya mengocok arisan dengan masing-masing menyumbang uang arisan Rp 1 juta. Semua yang menjadi anggotanya, adalah memang anggota tetap. Orang luar yang ingin menjadi anggotanya juga tidak mudah.

“Kami selektif sih ya memilih anggota. Misalnya ada anggota yang bawa teman, mau ikut arisan, pasti dapatnya yang terakhir saja. Kami utamakan anggota,” jelas Riza.

Bahkan terkadang mereka sampai menggelar arisan on the road. Atau bahkan memanggil penari waria untuk membuat suasana semakin seru.

Setiap akhir even mereka menggelar penobatan Miss favorit. Miss Arisan Bandung Cantik yang selalu hadir akan akan mendapat mahkota dan piala. Ada pula gelar Miss Late dan Miss Ontime.

2. Olahraga

Para ibu rumah tangga ini juga menggelar olahraga seperti dance atau zumba khusus anggota di Bandung setiap satu kali tiap pekan. Mereka juga memanggil pelatih untuk mengajari gerak.

3. Kegiatan Sosial

Para ibu rumah tangga ini juga aktif mengajak makan bareng bersama anak yatim atau door to door ke rumah yatim piatu untuk berbagi.

4. Menginap

Jalan-jalan dan posting adalah suatu keharusan. Maka grup ini juga sesekali menggelar acara liburan bareng di villa atau ke taman hiburan.

5. Acara Religi

Saat Ramadan, grup ibu-ibu ini juga menggelar dan menghormari acara keagamaan. Misalnya seperti acara Ramadan dengan Iftar. Atau seru-seruan kompak berbusana merah saat perayaan Imlek.

“Dan sejauh ini kami tak pernah ada konflik. Saya pun memilih member hati-hati. Jangan sampai pusing nantinya ya apalagi soal uang. Tujuannya untuk refreshing dan silaturahmi,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads