alexametrics

5 Desainer Indonesia Hadirkan Busana dari Kain Interior

15 September 2019, 15:35:03 WIB

JawaPos.com – Bisa dikatakan tidak ada batasan saat seorang desainer busana hendak menciptakan suatu karya. Baik itu keleluasaan ide maupun material. Seperti yang ditunjukkan lima desainer ternama Indonesia saat membuat busana dari material kain yang biasa digunakan untuk interior.

Dalam pameran ‘Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury’, lima desainer yang terlibat antara lain Sebastian Gunawan, Didi Budiarjo, Eddy Betty, Adrian Gan, dan Rinaldy Yunardi menunjukkan kelihaiannya menggunakan kain interior. Mereka menyulapnya menjadi busana mewah.

Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, Eddy Betty mengungkapkan, sebenarnya desainer memang udah terbisa bermain dengan kain. Sehingga, yang membedakan saat mengolah kain interior dengan material khusus baju itu hanya di bagian motif dan komposisi.

“Misalnya untuk di baju orang itu lebih kecil (motifnya, red). Sedangkan untuk rumah lebih besar. Tapi setelah diolah sangat menarik, kita bia memberikan inspirasi baru,” ujar Eddy Betty.

Karya para desainer dengan material kain interior. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)

Dalam pameran tersebut, Eddy memang memperlihatkan busana yang terinspirasi dari keindahan taman. Dengan pencahayaan lampu berwarna merah muda, imajinasi warna bunga yang indah dipadukan dengan keindahan malaikat menjadi harmoni yang sempurna.

Sementara itu Rinaldi Yunardi mengatakan dirinya agak kaget ketika diminta berkolaborasi membuat karya dari kain. Karena, ungkapnya, ia sendiri biasanya mengerjakan aksesori.

“Pas saya lihat kainnya ternyata bagus, ini membuat saya tertarik dan ingin terlibat. Jadi lewat karya saya yang ini, saya ingin ceritakan kebebasan,” ujarnya.

Di karyanya kali ini, Rinaldy terinspirasi oleh bentuk lingkaran karena melambangkan ketidakterbatasan dan juga persahabatan. Lingkaran juga bisa diartikan sebagai persatuan dari keanekaragaman yang tiada akhir.

Selain Eddy dan Rinaldy, Didi Budiardjo membawa Chinoiserie, yakni kebangkitan motif dan teknik Tiongkok dalam seni serta arsitektur barat, terutama di abad ke-18. Saat itu, desain barat secara historis berbentuk patung dan tiga dimensi dengan volume serta bentuk yang dicapai melalui ruang dan waktu.

Sedangkan, Sebastian Gunawan memperlihatkan keanggunan dan kemegahan chinoiseri yang diwakili oleh setiap aura warna berbeda. Terakhir Adrian Gan, mengambil inspirasi dari arsitek Jepang pemenang penghargaan Toyo Ito.

Perlu diketahui, ‘Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury’ merupakan perayaan Interni asia yang ke-25 tahun. Pendiri Interni Asia, Hireka Vitaya mengungkapkan, kolaborasi dengan para desainer sebenarnya ingin menunjukkan kalau kain interior ini ternyata juga bisa untuk busana.

“Intinya memang itu, memperkenalkan juga ke desainer lain kalau kain Interni Asia bisa untuk fashion bukan hanya untuk interior aja,” ujar Hireka.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah



Close Ads