alexametrics

Ketahui 3 Teknik Mencuci Kain Tradisional Seperti Tenun Hingga Songket

14 Agustus 2019, 12:59:29 WIB

JawaPos.com – Wastra nusantara atau kain tradisional memiliki keindahan warna dan motif yang khas dari tiap daerah. Bahkan penggunaan teknik batik hingga tenun turut mempercantik serat kain. Tapi sayangnya, setelah membeli kain tradisional, seringkali tidak tahu bagaimana cara merawatnya. Hal inilah yang menyebabkan kain menjadi rusak.

Pasalnya, cara merawat atau mencuci tiap jenis kain tradisional sangat berbeda. Tidak bisa disamaratakan. Sikap kehati-hatian dalam merawat kain tradisional perlu dilakukan agar warna tak pudar.

“Kalau batik masih boleh dicuci, kalau songket jangan. Karena kainnya bisa rusak,” katanyaDalam Diskusi Wastra dan Kemerdekaan menyambut peringatan kemerdekaan RI ke-74 yang digelar PT Nojorono Tobacco International, di Tanamera Coffee, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Untuk itu, Notty memberikan beberapa cara mencuci kain tradisional berdasarkan teknik pembuatannya.

Kain Tenun

Menurut Notty, kebiasaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuci kain tenun dicelupkan di air laut. Sebab memang budaya mereka yang hidup dekat pantai menggunakan air laut untuk membersihkan kain tenun.

Kain tenun Sumba. (Indonesia Kaya)

“Di sana mencucinya pakai air laut. Dan kalau bisa mencucinya setiap sebulan sekali saja, hanya untuk menghilangkan keringat saja,” ungkapnya.

Uniknya lagi, masyarakat asal NTT biasanya mencuci tenun menggunakan sampo. Sampo yang digunakan juga harus berbahan kandungan yang lembut sehingga tak merusak kain. Menurutnya, deterjen justru tidak direkomendasikan untuk mencuci tenun.

“Sampo yang soft. Ambil sampo sedikit, lalu masukkan ke dalam ember. Barulah tenun dimasukkan. Angkat, lalu pindahkan ke air biasa untuk dibilas. Dijemur di tempat teduh juga. Teknik mencuci ini juga bisa untuk lurik,” kata Notty.

Kain Batik

cara membersihkan batik lebih baik jika merendamnya dengan air dingin. Notty mencontohkan sudah 10 kali mencuci kain batiknya dengan air dingin tidak membuat warna kain menjadi pudar.

“Kalau mau rumit ya pakai lerak. Pakai air dingin juga bagus, jangan pakai laundry atau dry clean karena bisa merusak kain,” ungkapnya.

Kain Songket

Kain songket adalah yang paling unik. Justru membersihkannya cukup hanya diangin-anginkan atau dijemur. Tak boleh dicuci karena akan merusak kain itu sendiri.

“Songket jangan dicuci. Benangnya emas, benang metalik. Cukup diangin-anginkan saja untuk menghilangkan keringatnya. Dan cara menyimpannya tentu harus baik ya dengan rapi di lemari,” tutur Notty.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads