alexametrics

Miliki Senyum dengan Deretan Gigi Sempurna, Begini Proses Vaneer

12 Januari 2019, 10:44:58 WIB

JawaPos.com – Semakin dewasa gigi manusia tentu tak sesempurna ketika baru tumbuh. Apalagi, semakin tak dirawat, kemungkinan besar akan berpengaruh buruk pada kesempurnaan gigi.

Gigi terbilang rusak apabila mengalami diskolarisasi atau mengalami perubahan warna, timbulnya karang gigi, pecah-pecah, dan tidak utuh lagi. Bagi yang sudah mengalami kondisi gigi seperti ini tidak perlu berkecil hati karena bisa melakukan pelapisan gigi dengan veneer.

“Veneer itu tujuan utamanya memperbaiki estetik gigi misal ada pasien yang giginya kuning, diskolarisasi akibat antibiotik yang tidak bisa dihilangkan melalui proses pembersihan gigi biasa, lalu sudah ada karies-karies gigi,” kata Drg. Richyani Swanghayu Putri, MM, dokter gigi, ketika ditemui di Klinik Jakarta Smile, Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Miliki Senyum dengan Deretan Gigi Sempurna, Begini Proses Vaneer
Setelah vaneer, pasien wajib memeriksakannya 6 bulan sekali untuk mengetahui kondisi vaneer. (Esmile Dental Care)

Sebelum melakukan proses vaneer, gigi pasien akan di foto terlebih dahulu, foto rontgen. Pada tahap ini, tujuannya untuk merekam kondisi gigi sebelumnya sebagai landasan untuk melanjutkan ke tahap pembentukan.

Setelah itu pasien juga diberi kebebasan untuk menentukan warna gigi veneer berdasarkan tingkat putihnya gigi dan warna gigi natural. Ketika sudah melewati tahap penentuan warna, barulah membuat mock up untuk desain awal, dilanjutkan dengan proses preparasi atau pengasahan labial gigi.

Pengasahan labial gigi ini artinya pengurangan lapisan permukaan gigi sekitar 2 – 3 mm. Nantinya, gigi yang setelah diasah akan dilakukan penambalan veneer yang sudah disesuaikan dari proses desain atau pencetakan sebelumnya.

Sementara itu, ada dua jenis veneer gigi berdasarkan bahannya, yaitu komposit dan porcelain. Biasanya porcelain lebih bertahan lama hingga 5 tahun dibandingkan komposit.

Setelah melakukan Vaneer, pasien wajib melakukan perawatan setiap 6 minggu sekali agar veneer bisa bertahan lama. Selain itut, gunanya agar dokter gigi perlu mengetahui kondisi veneer yang sudah dipasang pada gigi pasien, sehingga diketahui perlu diganti atau dibersihkan.

“Veneer ini sama seperti ketika tambal gigi, jadi ketika veneer lepas kita harus segera menggantinya. Kalau tidak gigi akan terasa ngilu karena ada bagian yang diasah,” tambah Richyani.

Pasien memang perlu memperhatikan betul terhadap kondisi veneer giginya karena jika tidak melakukan perawatan secara konsisten akan menimbulkan risiko mengalami radang gusi dan kerusakan veneer.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Inriyani Sembiring



Close Ads
Miliki Senyum dengan Deretan Gigi Sempurna, Begini Proses Vaneer