alexametrics

3 Hal Penting yang Perlu Dipertimbangkan saat Ingin Jadi Desainer

10 Oktober 2019, 18:36:56 WIB

JawaPos.com – Tak pandang tua atau muda, berkarya di panggung mode sebagai desainer adalah hak siapapun yang menginginkannya. Tapi, untuk bisa menaklukkan panggung mode tentu dibutuhkan komitmen dan usaha yang besar.

Seperti diungkapkan Hesty Maureen selaku Prinsipal di Paris De La Mode Fashion School. Pada JawaPos.com, Kamis (10/10), Hesty menuturkan, mode Indonesia saat ini sedang berkembang dengan pesat dan menjadi salah satu ranah kreatif yang menjanjikan untuk mereka yang mau berusaha dengan keras.

Salah satunya bisa terlihat dengan makin banyaknya desainer Indonesia yang muncul di panggung internasional. Sehingga ketika ingin terjun ke dunia mode, tak hanya cukup dengan keinginan saja. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan seseorang ketika ingin terjun ke dunia mode sebagai desainer.

Pertama, ungkap Hesty, harus memiliki passion di dunia mode. Jika memang passion-nya, seseorang tidak akan pernah menyerah dan tetap menikmati segala prosesnya meski sulit.

Karya beberapa para desainer muda di Paris Fashion Week beberapa waktu lalu, yang diperlihatkan saat kunjungan ke Paris De La Mode Fashion School. (Ade Oyot)

Meksipun di tempatnya mengajar selalu mengedepankan passion, namun ada kekhawatiran seseorang menjajal menjadi desainer karena tren. Sebab kalau bukan passion-nya, ketika mengalami kesulitan, bisa jadi akan mundur. Atau ide-idenya tidak dieksplor lebih jauh.

“Tanpa ada passion mereka tidak akan suka (kerja di dunia mode),” ujar Hesty.

Kedua, usahakan tidak bosan untuk terus latihan dan mengeluarkan ide-ide baru. Bagi seseorang yang baru belajar dan berkeinginan jadi fashion design, latihan menggambar harus dilakukan. Misalnya, terus latihan bagaimana sketsa busana yang tepat. Lalu bagaimana caranya menggabungkan warnanya, itu perlu latihan.

Nah, bicara soal menggambar atau sketsa busana, step ini harus dilatih secara manual maupun digital. Sehingga, meskipun saat ini untuk menggambar bisa menggunakan aplikasi CAD 2D/3D, tapi menggambar manual tetap diperlukan.

Para Prinsipal dan desainer muda di Paris De La Mode Fashion School. (Ade Oyot)

“Kalau manual feel-nya itu lebih dapat daripada digital. Tapi sebenarnya harus bisa saling melengkapi ya. Bukan berarti yang manual ditinggalkan atau tak mau mencoba yang sisi digitalnya, harus imbang,” sambungnya.

Lalu yang Ketiga adalah sekolah mode. Seseorang yang ingin jadi desainer harus belajar tentang konsep dan teknik dalam membuat koleksi. Dua hal inilah yang dikatakan Hesty tidak didapatkan seseorang jika belajar otodidak. Terlebih, terdapat banyak jaringan lokal maupun internasional dalam sekolah mode untuk memperkenalkan karya jika memang bagus dan layak.

“Rata-rata orang tua bertanya nanti anaknya jadi apa ketika sekola mode. Saya katakan, bukan hanya desainer tapi bisa juga dari konsultan mode atau enterpreneur,” terangnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah



Close Ads