alexametrics

Pentingnya Menyiapkan Dana Darurat di Tengah Masa Pandemi

7 Juni 2020, 06:39:38 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia sejak ditemukannya kasus pertama pada Maret, membuat pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota mulai April untuk menekan penyebaran Covid-19 hingga saat ini. Akibatnya, sekolah mengadakan proses pembelajaran jarak jauh, perkantoran menghimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah, hingga larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah.

Pandemi Covid-19 ini telah berdampak ke berbagai sektor, baik itu pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Tak hanya sektor industri di Indonesia, seluruh lapisan masyarakat Indonesia pun merasakan dampak dari pandemi ini, baik dari segi kesehatan, kehidupan, hingga finansial. Agar dapat bertahan melewati masa sulit seperti saat ini, sebagian orang membatasi pengeluaran secara besar-besaran. Hal ini terpaksa dilakukan, karena tidak memiliki dana darurat yang bisa digunakan saat terjadi pandemi seperti saat ini.

Dalam kondisi seperti saat ini, mempunyai dana darurat sangat membantu kondisi keuangan agar dapat berjalan normal. Dana darurat adalah sejumlah dana yang disiapkan, untuk dipakai ketika terjadi hal yang tidak diperkirakan sebelumnya atau dipakai untuk keadaan mendesak. Dana darurat adalah dana harus disimpan dalam instrumen keuangan yang likuid (mudah diuangkan), salah satunya adalah emas. Sebaiknya dana darurat dipersiapkan sejak awal, sebelum melakukan investasi atau menjalani hidup ala sultan.

Sebelum semakin terlambat, berikut adalah tips untuk mempersiapkan dana darurat yang dilansir dari Treasury.id:

1. Hitung Dana Darurat yang Diperlukan
Langkah pertama yang harus dilakukan saat mempersiapkan dana darurat adalah melakukan perhitungan. Setiap besaran dana darurat untuk setiap individu berbeda-beda, sesuai dengan besarnya dana yang dikeluarkan setiap bulan dan tanggungan yang dimiliki. Bagi individu yang masih lajang, maka dana darurat yang perlu dipersiapkan adalah 6 kali dari pengeluaran bulanannya. Bagi yang sudah menikah, dana darurat yang perlu dipersiapkan adalah 9 kali dari pengeluaran bulanan. Sedangkan bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, dana darurat yang perlu disiapkan adalah 12 kali dari pengeluaran bulanan. Semakin besar tanggungannya, maka dana darurat yang harus dipersiapkan juga semakin besar.

2. Alokasikan Keuangan untuk Dana Darurat
Setelah melakukan perhitungan, perhatikan kondisi keuangan dan penghasilan yang didapatkan. Sebelum memikirkan untuk berbelanja, alokasikan pendapatan Anda sesuai perhitungan untuk dana darurat terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda sudah memiliki dana darurat, yang bisa digunakan saat keadaan mendesak. Setelah dana darurat dialokasikan, Anda bisa menggunakan sisa pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok, tabungan, atau untuk jajan.

3. Pilih Instrumen yang Memberi Keuntungan Lebih
Karena Anda tidak akan pernah tahu kapan keadaan mendesak datang dan Anda membutuhkan dana darurat, maka sebaiknya pilihlah instrumen keuangan yang sifatnya likuid dan bisa memberikan nilai lebih dalam jangka panjang agar dapat memberikan keuntungan bagi Anda saat mempersiapkan dana darurat, seperti Emas. Sebaiknya, simpan dana darurat Anda dalam bentuk emas 24 karat. Hindari menyimpan emas yang memiliki kadar 18 karat, seperti perhiasan, karena nilainya akan lebih rendah pada saat dijual. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mengurangi nilainya saat dijual, seperti kondisi fisik dan model perhiasan tersebut.

4. Disiplin Menyiapkan Dana Darurat
Disiplin merupakan salah satu tantangan terbesar sekaligus menjadi poin yang sangat menentukan saat mengelola keuangan. Rasanya selalu saja ada keinginan mendesak, atau bahkan momen diskon yang sayang untuk dilewatkan saat ingin mulai menyimpan. Berusahalah untuk menahan diri dan fokus untuk mengumpulkan dana darurat.

5. Lakukan Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Lakukan evaluasi secara berkala pada dana yang sudah terkumpul, karena rencana dan kondisi keuangan kerap mengalami perubahan. Hal ini perlu dilakukan, untuk mengetahui apakah dana yang terkumpul sudah sesuai dengan target waktu pengumpulan dana darurat. Jika belum, maka harus dihitung ulang dan mempersiapkannya dengan lebih disiplin. Apabila ada pendapatan lebih, sebaiknya alokasikan untuk dana darurat. Sehingga fondasi keuangan menjadi lebih solid dan kuat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana



Close Ads