alexametrics

Sebanyak 58 Persen Istri Konflik dengan Mertua Soal Pengasuhan Anak

3 Juni 2021, 17:31:33 WIB

“Kadang suka kesal sih, ini kan anak saya, ya. Ya, walaupun memang baru anak pertama, saya masih belajar juga, tapi saya juga kan enggak asal-asalan. Maksudnya, kayak waktu saya menggendong anak saya, saya juga akan memastikan kalau dia aman dan nyaman. Walaupun cara mertua berbeda dengan cara saya, bukan berarti aku tidak bisa merawatnya,” aku Putri.

Menanggapi hal ini Psikolog Ajeng Raviando, dalam wawancara ekslusif seperti dalam keterangan resmi Teman Bumil, Kamis (3/6) menenekankan bahwa happiness is compromising. Artinya, jika istri menginginkan kehidupan relasi dengan mertua terasa menyenangkan, maka semuanya harus dikompromikan.

Beberapa pasangan mertua mungkin ada yang menyadari bahwa terdapat perbedaan pola asuh antara zamannya dan zaman sekarang, sehingga mereka tidak ingin terlalu mengintervensi keputusan pasutri dalam mengasuh si Kecil. Di sisi lain, tak sedikit pula pasangan mertua yang justru memiliki pandangan sebaliknya. Jika sudah begini, mungkin akan timbul gesekan dan konflik antara istri dan mertua seperti yang dialami Putri.

“Jika memang mertua tidak menyadari adanya perbedaan tersebut, sebagai menantu tidak ada salahnya untuk mengupayakan berkompromi dan berdiskusi demi tercipta keharmonisan. Tidak perlu langsung serta merta menolak omongan mertua, karena selain bisa menyakiti, mungkin omongan tersebut bisa berguna juga,” kata Ajeng.

Ajeng memberikan saran, misalnya jika ada webinar mengenai perawatan bayi, cobalah untuk mengajak mertua ikut serta di dalamnya. Dengan begini, mertua memperoleh pengetahuan baru dan melihat fakta akan adanya perbedaan pola pengasuhan yang Mums maksud. Alih-alih mertua merasa digurui oleh menantu, isyri dan mertua juga bisa berkompromi mengenai pola asuh apa yang memang cocok untuk diterapkan.

“Yang penting itu, bersyukur dan pandai melihat apa yang bisa kita syukuri. Kedua, jangan mudah emosi negatif. Ketiga, perlu diingat kalau semua masalah tidak akan selesai dalam waktu singkat, Memang butuh proses dan kita harus yakin bahwa lama-lama kita bisa solving the problem juga selama kita mengupayakan cara penyelesaiannya,” tambah Ajeng.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads