alexametrics

Desainer Rinaldy Yunardi Ungkap Perjalanan Ukir Prestasi Level Dunia

2 November 2019, 08:00:29 WIB

JawaPos.com – Desainer aksesori Rinaldy Yunardi yang karya-karyanya sudah banyak dikenakan para selebriti dunia, baru-baru ini mengharumkan nama Indonesia. Desainer yang akrab dipanggil Yungyung itu kembali mengukir prestasi pada ajang penghargaan bergengsi yaitu World of Wearable (WoW) Arts 2019. Penghargaan itu dia raih untuk kedua kalinya. Sebelumnya Yungyung pernah menyabetnya pada 2017 lalu.

Meski penghargaan itu bukan yang pertama kalinya dia dapatkan, namun tetap saja memberikan kesan emosional yang dalam. Bila pada 2017 Rinaldy dianugerahi penghargaan untuk kategori Open Section, David Jones Avant Gard Section dan Supreme WoW Award, pada 2019 ini Rinaldy sukses meraih tiga
penghargaan.

Selain kategori Avant Garde Section yang kembali dianugerahkan kepadanya, Rinaldy juga menerima penghargaan untuk kategori lain yakni International Awards: Asia. Kategori yang paling bergengsi, yaitu Supreme WoW Award yang dia raih pada 2017,  juga kembali berhasil dia pertahankan.

“Pada 2017 ketika itu diumumkan saya loncat-loncat, nangis-nangis gemetar di kamar mandi. Tahun 2017 enggak menyangka meraih 3 penghargaan. Saat itu enggak bisa hadir langsung karena sedang mempersiapkan show di Grand Indonesia. Namun saat mendengar kabar saat itu, terharu banget, merinding,” katanya baru-baru ini dalam konferensi pers.

Ketika ada tawaran ajang yang sama pada 2018, dia sempat ragu. Sebab seolah Rinaldy harus mengalahkan dirinya sendiri yang sudah menang pada 2017. “Pada saat 2018 diundang rasanya saya ragu, enggak yakin. Sulit kalahkan diri sendiri. Dan pada 2019 tawaran masih ngejar saya juga. Akhirnya saya maju,” ungkapnya.

Rinaldy pun terbang ke Ajang World of Wearable Arts (WoW) 2019 yang dilangsungkan di Wellington, Selandia Baru. Saat itu, dia mengenakan batik yang banyak dikagumi masyarakat mancanegara. “Saat itu saya pakai batik. Semua publik di mancanegara sampai kagum dengan batik Indonesia yang saya kenakan. Saya disuruh berputar, naikkan kaki. Aduh, bangga banget pakai batik Indonesia di internasional,” ujarnya.

Ajang World of Wearable Arts (WoW) 2019 merupakan ajang kompetisi seni wearable yang diselenggarakan setiap tahun. Kompetisi tersebut menarik lebih dari 40 negara dari seluruh dunia. Kompetisi WoW sendiri pada tahun ini memasuki tahun ke-31. Pada tahun ini WoW diikuti oleh 22 negara dengan jumlah peserta sebanyak 115 desainer.

Fokus World of Wearable Arts memang memberi panggung kompetisi para desainer dalam menciptakan karya dengan kreativitas tanpa batas, dan tetap mengedepankan nilai-nilai inovasi dan orisinalitas.  Selain itu setiap karya diwajibkan terimplementasi dengan standar pengerjaan berkualitas tinggi dan mengedepankan nilai-nilai fungsional, serta menginspirasi. Pada panggung kompetisi WoW 2019 ini, Rinaldy menghadirkan tema ‘Lady Warrior’ yang persiapan koleksinya memakan waktu hingga 6 (enam) bulan.

“Tema ini terinspirasi dari personalitas Ibu saya. Lady Warrior dihadirkan khusus untuk para perempuan yang selalu dituntut untuk menjadi sosok yang kuat, yang dapat menyelesaikan persoalan dan polemik sehari-hari, dengan mengandalkan kelembutan, ketenangan dan intelektualitas mereka,” kata Rinaldy.

Melalui Lady Warrior, Rinaldy juga secara implisit menyebarkan pesan untuk melestarikan lingkungan dengan menggunakan material kertas daur ulang. Dalam menjelaskan Lady Warrior, Rinaldy menggambarkan sosok wanita seperti kertas yang rapuh, mudah robek namun, ketika dipilin menjadi benang justru menjadi pengikat yang menguatkan. Teknik memilin membutuhkan keterampilian yang didapat melalui belajar, dari tahap belajar itu diibaratkan bagaimana perempuan belajar untuk survive di dalam kehidupannya. Lalu ditambah dengan elemen logam besi yang saling menopang dan menghadirkan kekuatan warrior, yang terukir dengan feminin, yang menggambarkan karakter kekuatan seorang perempuan.

“Lady Warrior saya dedikasikan untuk para perempuan, terutama untuk para pencinta karya-karya saya, sekaligus apresiasi saya bagi mereka. Para perempuan yang tampil menjadi pemeran utama dalam berbagai aspek kehidupan,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads