
Ilustrasi jenis kain yang tidak nyaman untuk digunakan dan tidak ramah lingkungan. (Freepik)
JawaPos.com – Beberapa jenis kain dalam pakaian harian kerap menyebabkan rasa tidak nyaman saat dikenakan dalam waktu lama.
Kain adalah bahan tekstil yang dibuat dari serat alami atau sintetis dan digunakan untuk pembuatan pakaian serta aksesoris.
Mengetahui jenis kain yang tidak nyaman membantu memilih pakaian yang lebih baik untuk tubuh dan lingkungan.
Berikut 5 jenis kain yang sebaiknya tidak lagi disimpan karena tidak nyaman dan tidak ramah lingkungan dilansir dari laman Encircled, Kamis (24/4):
1. Akrilik Menyebabkan Iritasi Kulit
Kain akrilik sering digunakan dalam syal atau sweater, namun memiliki permukaan yang kasar dan terasa gatal saat bersentuhan langsung dengan kulit. Selain itu, akrilik terbuat dari bahan sintetis yang tidak menyerap keringat dengan baik dan cenderung menahan panas.
Saat dicuci, serat mikro dari akrilik dapat terlepas dan mencemari saluran air. Beralih ke serat alami seperti wol merino, kasmir, atau TENCEL™ Lyocell memberikan rasa lembut dan lebih ramah lingkungan.
2. Poliester Membuat Tubuh Mudah Gerah
Pakaian tidur berbahan polyester sering memerangkap panas dan menyebabkan ketidaknyamanan saat tidur. Kain ini juga tidak memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga memperparah rasa panas di malam hari.
Sebagai alternatif, rayon dari bambu menawarkan sifat menyerap keringat dan membantu mengatur suhu tubuh. Kain ini juga dikenal hipoalergenik, cocok untuk kulit sensitif dan membuat tidur menjadi lebih tenang.
3. Nilon Terasa Kaku dan Tidak Bernapas
Blazer dari nilon kerap terasa pengap karena tidak memiliki sirkulasi udara yang cukup. Kain ini juga membuat keringat terperangkap di dalam lapisan, menciptakan rasa tidak nyaman.
French terry merupakan bahan alternatif yang ringan, elastis, dan dapat menyerap keringat. Pilihan ini memberi keleluasaan bergerak dan tampilan profesional yang tetap nyaman.
4. Kemeja Sintetis Mengandung Bahan Kimia
Kemeja tanpa setrika umumnya diolah dengan bahan kimia agar tetap rapi dan bebas kusut. Bahan kimia tersebut dapat memicu iritasi kulit dan tidak ramah lingkungan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
