Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 13.55 WIB

Orang yang Tidak Aman dan Manipulatif pada Orang Lain Biasanya Sering Mengucapkan 8 Frasa Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang tidak aman dan manipulatif. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang tidak aman dan manipulatif. (Freepik)

JawaPos.com – Kita semua pernah terlibat dalam percakapan yang terasa tidak nyaman. Mungkin seseorang mengatakan sesuatu yang membuat anda merasa bersalah, meragukan diri sendiri, atau bahkan mempertanyakan realitas situasi.

Tanpa disadari, beberapa orang yang merasa tidak aman sering menggunakan frasa tertentu yang sebenarnya bersifat manipulatif untuk mendapatkan validasi atau mengontrol situasi.
Bagian yang sulit? Frasa-frasa ini terdengar biasa dan tidak berbahaya pada awalnya.

Namun, jika diperhatikan lebih dalam, kita bisa melihat bagaimana kata-kata ini sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab atau mengontrol emosi orang lain.

Dikutip dari laman Geediting.com pada Jumat, 28 Februari 2025. Berikut adalah delapan frasa umum yang sering diucapkan oleh orang yang merasa tidak aman—dan mengapa frasa ini bisa lebih manipulatif daripada yang terlihat.

1) “Kurasa aku hanyalah orang yang buruk.”

Frasa ini sering muncul saat seseorang dikonfrontasi atas kesalahannya. Alih-alih bertanggung jawab, mereka justru beralih ke mode mengasihani diri sendiri, berharap mendapatkan penghiburan dan validasi dari orang lain.

Mengapa ini manipulatif? Karena alih-alih menyelesaikan masalah, mereka justru membuat orang lain merasa perlu untuk menenangkan mereka. Anda bisa berakhir meminta maaf kepada mereka, meskipun sebenarnya anda tidak melakukan kesalahan apa pun.

2) “Wah, kurasa aku tidak bisa melakukan apa pun dengan benar.”

Ketika seseorang mengucapkan ini, biasanya mereka tidak benar-benar mengakui kesalahan. Sebaliknya, mereka menggunakan frasa ini untuk menghindari tanggung jawab dan membuat anda merasa bersalah karena mengkritik mereka.

Alih-alih mengakui dan memperbaiki perilaku mereka, mereka justru membuat anda merasa bersalah karena menyuarakan perasaan anda.

3) “Saya tidak sedang bersikap dramatis, saya hanya bersikap jujur.”

Kejujuran itu penting, tetapi frasa ini sering kali digunakan untuk membenarkan sikap kasar atau menyakitkan.

Orang yang tidak percaya diri sering menggunakan ini untuk menghindari tanggung jawab atas cara mereka berbicara kepada orang lain. Padahal, kejujuran yang baik harus disampaikan dengan empati dan tanpa niat untuk menyakiti.

4) “Saya benci drama.”

Ironisnya, orang yang sering mengatakan ini biasanya justru yang paling sering menciptakan drama.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore