
Ilustrasi pria yang lebih dramatis saat sakit. (freepik/ master1305)
JawaPos.com - Saat pria jatuh sakit, pemandangan yang sering terlihat adalah mereka terbaring lemas, mengeluh sepanjang hari, dan seolah menghadapi penyakit yang sangat berat.
Sementara itu, wanita yang mengalami gejala serupa justru tetap bisa beraktivitas seperti biasa, mengurus rumah, bekerja, dan menjalani hari tanpa banyak mengeluh.
Fenomena ini disebut sebagai "man flu", di mana pria dianggap lebih dramatis saat sakit dibandingkan wanita. Namun, benarkah pria hanya bersikap berlebihan, atau ada alasan ilmiah di balik perilaku ini?
Ternyata, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem imun, hormon, hingga faktor psikologis berperan dalam membuat pria lebih rentan dan terlihat lebih menderita saat terserang penyakit.
Dilansir dari laman Time Magazine pada Kamis (27/2), berikut merupakan 7 alasan mengapa pria lebih dramatis saat sakit daripada wanita.
1. Respons Imun yang Lebih Kuat
Tubuh pria dan wanita merespons infeksi dengan cara berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa pria memiliki respons imun yang lebih kuat terhadap virus, tetapi hal ini justru bisa membuat mereka merasa lebih sakit.
Ketika tubuh pria melawan penyakit, sistem imun mereka bisa menimbulkan peradangan yang lebih besar, menyebabkan demam lebih tinggi, sakit kepala lebih parah, dan gejala lainnya yang lebih intens dibandingkan wanita.
2. Pengaruh Hormon Seks terhadap Kekebalan Tubuh
Hormon seperti estrogen dan testosteron memiliki peran penting dalam sistem imun. Estrogen, yang lebih dominan pada wanita, membantu meningkatkan perlindungan tubuh terhadap infeksi.
Sementara itu, pria tidak memiliki hal ini, di mana inilah yang dapat melemahkan sistem kekebalan mereka, dan membuat tubuh lebih rentan terhadap virus dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
3. Sistem Imun yang Berbeda
Terdapat teori yang menyebutkan bahwa pria lebih sering melakukan aktivitas berisiko seperti berburu atau bertarung, yang membuat mereka lebih rentan terluka atau terpapar infeksi.
Sebagai gantinya, tubuh mereka berkembang dengan cara lebih mengandalkan kekuatan fisik dibandingkan sistem imun yang kuat.
Sebaliknya, wanita perlu mempertahankan kekebalan tubuh yang lebih baik untuk melindungi diri sendiri serta anak-anaknya dari penyakit. Inilah sebabnya wanita cenderung lebih cepat sembuh daripada pria.
4. Pria Lebih Sensitif terhadap Rasa Sakit
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria bisa lebih sensitif terhadap rasa sakit dibandingkan wanita, terutama saat sedang sakit.
Karena tubuh pria tidak terbiasa menghadapi perubahan fisik yang ekstrem seperti yang dialami wanita (seperti menstruasi atau melahirkan), mereka bisa merasa lebih tersiksa saat mengalami flu atau demam biasa.
5. Pria Kurang Terbiasa Merawat Diri
Dibandingkan wanita, pria lebih jarang melakukan tindakan pencegahan kesehatan, seperti rajin mencuci tangan atau mengunjungi dokter.
Banyak pria cenderung mengabaikan gejala awal penyakit sampai kondisinya semakin parah. Akibatnya, ketika mereka akhirnya jatuh sakit, gejalanya lebih berat dan terasa lebih menyiksa dibandingkan jika mereka lebih berhati-hati sejak awal.
6. Budaya dan Norma Sosial Mempengaruhi Sikap Pria
Di banyak budaya, pria sering diajarkan untuk menjadi kuat dan tidak mengeluh tentang rasa sakit. Namun, saat sakit, mereka merasa boleh menunjukkan kelemahan dan mencari perhatian lebih.
Ini bisa menjadi alasan mengapa pria tampak lebih dramatis saat sakit, karena itu adalah satu-satunya saat di mana mereka merasa bisa meminta perhatian dan perawatan ekstra.
7. Pria Kurang Memiliki Dukungan Sosial yang Kuat
Wanita biasanya lebih terbiasa berbagi perasaan dan meminta dukungan emosional dari teman atau keluarga. Sementara itu, pria lebih sering menghadapi masalah sendiri dan tidak terbiasa meminta bantuan.
Ketika sakit, pria mungkin merasa lebih kesepian dan mencari perhatian lebih dari pasangan atau keluarga, sehingga tampak lebih mengeluh dan dramatis dibandingkan wanita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
