Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 04.58 WIB

7 Kebiasaan yang Didukung Penelitian untuk Hidup Lebih Bahagia dan Sejahtera Seiring Bertambahnya Usia

7 Kebiasaan yang Didukung Penelitian untuk Hidup Lebih Bahagia dan Sejahtera - Image

7 Kebiasaan yang Didukung Penelitian untuk Hidup Lebih Bahagia dan Sejahtera

JawaPos.com - Siapa yang tidak ingin hidup lebih bahagia? Seiring bertambahnya usia, kebahagiaan sering kali bergeser dari sekadar mengejar pencapaian menjadi menikmati momen-momen kecil yang bermakna.

Untungnya, ada kebiasaan yang didukung penelitian yang bisa membantu kita menjaga kesejahteraan emosional dan mental dalam jangka panjang.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (14/2) berikut tujuh kebiasaan sederhana yang bisa Anda mulai terapkan hari ini!

1. Menghabiskan Waktu di Alam

Sudah bukan rahasia lagi bahwa alam memiliki efek menenangkan. Tapi tahukah Anda kalau psikologi modern telah membuktikan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat meningkatkan kebahagiaan? Sebuah penelitian menemukan bahwa menghabiskan minimal 120 menit per minggu di luar ruangan berhubungan dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Jadi, bagaimana cara menikmati manfaatnya? Tidak perlu mendaki gunung setiap akhir pekan. Cukup berjalan santai di taman, duduk di tepi sungai, atau sekadar menikmati udara segar di halaman rumah. Alam membantu kita melepaskan stres, menjauh dari layar gadget, dan mereset pikiran agar lebih tenang dan fokus.

2. Mempraktikkan Rasa Syukur

Di tengah tekanan hidup, mudah sekali untuk terpaku pada hal-hal yang kurang menyenangkan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa melatih rasa syukur bisa membantu kita hidup lebih bahagia. Menurut Harvard Health, kebiasaan sederhana seperti mencatat hal-hal yang disyukuri dapat meningkatkan emosi positif, memperbaiki kesehatan, dan memperkuat hubungan sosial.

Coba biasakan menuliskan tiga hal yang Anda syukuri setiap hari, sekecil apa pun itu. Bisa jadi secangkir kopi hangat di pagi hari, percakapan menyenangkan dengan teman, atau bahkan udara yang sejuk. Dengan begitu, Anda akan mulai melihat hidup dari perspektif yang lebih optimis.

3. Memprioritaskan Hubungan yang Penting

Sebuah studi jangka panjang dari Harvard menemukan bahwa hubungan sosial yang kuat adalah kunci kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang. Entah itu hubungan dengan pasangan, keluarga, atau sahabat, interaksi yang tulus dapat memberikan rasa aman dan dukungan emosional.

Seiring bertambahnya usia, kualitas hubungan menjadi jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Daripada berusaha mempertahankan banyak koneksi yang dangkal, lebih baik luangkan waktu untuk menjaga hubungan yang benar-benar bermakna. Bisa dengan mengobrol sambil ngopi bersama sahabat, mengunjungi keluarga, atau sekadar mengirim pesan untuk menanyakan kabar.

4. Merangkul Kesadaran Penuh (Mindfulness)

Pikiran kita sering kali melayang ke masa lalu atau mencemaskan masa depan, membuat kita kehilangan momen saat ini. Mindfulness atau kesadaran penuh adalah kebiasaan yang didukung penelitian yang terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan mental.

Menurut psikologi, praktik mindfulness bisa mengurangi stres, meningkatkan kepuasan hidup, dan membantu kita lebih tenang dalam menghadapi situasi sulit. Cobalah melatih diri untuk fokus pada apa yang sedang Anda lakukan. Entah itu menikmati makanan tanpa terburu-buru, mendengarkan musik dengan penuh perhatian, atau sekadar menarik napas dalam-dalam dan merasakan udara yang masuk ke tubuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore