Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2025 | 00.31 WIB

8 Ciri Unik Orang yang Menganggap Bersih-bersih sebagai Kegiatan yang Menenangkan dan Terapi

Jadwal bersih-bersih rumah untuk rumah selalu rapi, bersih, dan nyaman tanpa merasa kewalahan (freepik.com)

JawaPos.com - Jika sebagian orang menganggap bersih-bersih adalah pekerjaan yang membosankan, beberapa orang lainnya terkadang menganggapnya sebagai ritual yang menenangkan.

Faktanya, banyak sekali orang yang merasakan ketenangan, yang tak mampu dijelaskan saat mereka mengambil pel atau merapikan lemari. Mungkin hal ini tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi bagi mereka, merapikan adalah bentuk perawatan diri, baik secara fisik maupun mental.

Dilansir dari Geediting, inilah delapan sifat unik yang dimiliki oleh orang-orang yang menjalankan pembersihan sebagai terapi.

1. Bentuk kesadaran

Orang-orang yang menganggap pembersihan sebagai sesuatu yang terapeutik seringkali melakukannya dengan tenang dan fokus. Dengan berfokus pada setiap usapan spons atau setiap pakaian yang digantung, individu-individu ini memasuki “kondisi mengalir” mini.

Bukan berarti mereka merencanakannya dengan sengaja. Itu terjadi begitu saja saat mereka membiarkan diri mereka sepenuhnya berada di momen itu. Guru-guru mindfulness sering mengatakan bahwa memberikan perhatian penuh pada situasi saat ini dapat mengurangi stres dan kecemasan.

Meditasi mungkin terlihat seperti duduk diam di ruangan yang tenang, tetapi meditasi juga dapat terlihat seperti memoles peralatan makan lama nenek dengan pikiran yang damai. Kuncinya adalah niat. Saat mereka membersihkan, mereka tidak hanya menggosok, mereka juga membersihkan kekacauan mental.

2. Memahami kepuasan yang tertunda

Mereka yang menganggap bersih-bersih itu menenangkan tidak mempermasalahkan ketidaknyamanan sementara atau bahkan kenyataan bahwa usaha mereka mungkin akan segera sia-sia. Mereka menganggapnya sebagai harga kecil yang harus dibayar untuk rasa ketertiban yang menenangkan yang menanti.

Orang-orang seperti ini menganut gagasan bahwa kerja keras saat ini akan membuahkan hasil di kemudian hari. Ini adalah sifat yang sering dikaitkan oleh para psikolog dengan kesuksesan di bidang kehidupan lainnya seperti karier, hubungan, bahkan tujuan kesehatan.

Mereka tidak keberatan bersusah payah karena mereka yakin hasilnya, seperti rumah yang rapi dan pikiran yang lebih tenang, sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

3. Menemukan kenyamanan dalam rutinitas

Mereka melihat rutinitas, seperti membersihkan meja dapur setiap malam atau mencuci pakaian setiap Selasa pagi, sebagai kekuatan yang menstabilkan. Ada cukup banyak ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari stres pekerjaan, kewajiban keluarga, hingga jalan memutar yang tak terduga, baik secara harfiah maupun kiasan, kita terus menerus harus berjuang. Rutinitas bersih-bersih berfungsi sebagai rutinitas yang lembut dan konstan.

Rutinitas ini adalah sesuatu yang dapat mereka andalkan. Mereka tahu bahwa mereka akan merasa lebih rileks dan terkendali setelah tugas selesai.

4. Mengubah tugas menjadi latihan mini

Mereka mungkin adalah orang yang gemar menyalakan musik dan menjadikan kegiatan menyedot debu sebagai sesi dansa. Tentu, kedengarannya konyol, tetapi hal itu menyuntikkan unsur kesenangan ke dalam apa yang tadinya terasa seperti pekerjaan membosankan.

Percaya atau tidak, membersihkan dapat membakar cukup banyak kalori jika melakukannya dengan sungguh-sungguh. Inilah individu yang mungkin menerjang lantai sambil membawa kain pel atau mengangkat betis sambil mengosongkan mesin pencuci piring.

Itu merupakan sebagian ekspresi kreatif dan sebagian kebugaran fisik, semuanya terpadu menjadi satu. Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerjaan rumah tangga yang ringan sekalipun memiliki manfaat kesehatan yang positif, terutama bagi orang tua yang ingin tetap lentur.

5. Menghargai hasil nyata dan rasa pencapaian

Dunia bisa bersifat abstrak. Kita mengirim email menelepon, mengadakan rapat, dan terkadang sulit melihat hasil langsung kerja keras kita. Namun, membersihkan adalah kebalikannya.

Kamu dapat melihat hasil yang langsung dan nyata. Permukaan yang berdebu menjadi bersih, ruangan yang berantakan menjadi rapi, cermin yang kotor menjadi bening. Hasil langsung itu seperti dorongan kepercayaan diri mini.

Itulah perasaan ketika melihat dapur yang berkilau dan berpikir, "Saya berhasil melakukannya." Rasa pencapaian yang nyata ini dapat terasa sangat memuaskan jika tugas sehari-hari jarang memberikan hasil yang nyata.

Ini mungkin menjelaskan mengapa banyak dari kita beralih ke pembersihan saat tingkat stres meningkat. Kita tidak selalu bisa memperbaiki masalah besar dengan segera, tetapi kita dapat memperbaiki tumpukan piring di wastafel.

6. Pembersihan sebagai terapi emosional

Beberapa orang menganggap bersih-bersih seperti terapi. Mereka sering mengambil kain lap dan mulai membersihkan debu saat mereka kesal atau kewalahan. Itu hampir seperti refleks.

Alih-alih meninju bantal, mereka menggosok bak mandi dengan kuat, dan pengulangan ini anehnya dapat menenangkan. Ada beberapa bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

Sebuah penelitian di Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa kekacauan dan ketidakteraturan di rumah dapat memperburuk stres dan kecemasan. Membalikkan logika itu, mengatasi kekacauan dapat memberikan efek sebaliknya, meredakan ketegangan dan menjernihkan pikiran kita.

7. Menghargai kekuatan ritual kecil

Membersihkan sebagai sebuah ritual mungkin terdengar aneh, tetapi pikirkanlah seperti ini: sebagian orang menyalakan lilin dan membaca buku bagus, sedangkan yang lain mengikat tali sepatu larinya untuk jogging.

Para pecinta kebersihan mungkin memulai setiap pagi dengan membersihkan meja mereka dengan cepat atau mengakhiri hari dengan merapikan ruang tamu. Ritual-ritual kecil ini membumikan mereka. Ini bukan tentang kesempurnaan, tetapi lebih kepada mempertahankan rasa kesinambungan.

Kehidupan kita sehari-hari terjalin dari momen-momen kecil yang membawa kedamaian atau menambah kekacauan. Dengan mendedikasikan beberapa menit untuk membersihkan secara teratur, momen-momen tersebut menciptakan suasana tenang yang menyebar ke area kehidupan lainnya.

Baca Juga: Keberuntungan Besar di 2025! 5 Zodiak Ini Akan Dihujani Rezeki dan Kebahagiaan Tak Terduga

8. Fokus pada perawatan diri

Banyak orang berasumsi perawatan diri berarti mandi busa, pergi ke spa, atau masker wajah mewah. Namun bagi mereka yang menganggap bersih-bersih sebagai kegiatan yang menenangkan, ini adalah cara yang sama ampuhnya untuk merawat diri sendiri.

Ini hampir seperti meditasi bergerak yang menghadiahi mereka tempat yang rapi dan pikiran yang tenang. Ini bukan tentang produktivitas yang dipaksakan atau menghukum diri sendiri karena kamar yang berantakan.

Sebaliknya, ini adalah pilihan yang lembut, “Saya akan menghabiskan 15 menit ke depan untuk merawat diri sendiri dengan merawat lingkungan sekitar.”

Perubahan pola pikir ini mengubah tugas menjadi kesenangan, sesuatu yang kamu lakukan untuk diri sendiri dan bukan sesuatu yang harus dilakukan.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore