
Ilustrasi perempuan yang sedang menikmati sauna. (Freepik)
JawaPos.com – Menjaga kesehatan otak tidak hanya soal pola makan dan olahraga, tetapi juga kebiasaan harian yang sudah diterapkan oleh berbagai budaya di seluruh dunia.
Setiap negara memiliki rahasia unik yang telah diwariskan turun-temurun untuk meningkatkan fungsi otak, mengurangi stres, dan menjaga keseimbangan mental.
Dari meditasi di India hingga kebiasaan bersepeda di Belanda, masing-masing praktik ini memiliki manfaat luar biasa yang didukung oleh penelitian ilmiah.
Beberapa mungkin sudah akrab di telinga, sementara yang lain bisa menjadi inspirasi baru untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman yourtango, inilah sembilan kebiasaan dari berbagai belahan dunia yang dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Meditasi telah menjadi bagian dari budaya India selama ribuan tahun dan dikenal sebagai teknik ampuh untuk menenangkan pikiran.
Selain mengurangi stres, meditasi terbukti meningkatkan kesehatan seluler, menurunkan tekanan darah, dan bahkan membantu mengatasi rasa sakit serta depresi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan menunjukkan bahwa meditasi dapat mengaktifkan respons relaksasi, yang berdampak positif pada metabolisme, detak jantung, pernapasan, dan gelombang otak.
Hanya dengan beberapa menit meditasi setiap hari, pikiran menjadi lebih jernih dan fokus meningkat.
Praktik akupunktur berasal dari Tiongkok dan telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Meskipun terlihat sederhana, menusukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu di tubuh punya manfaat luar biasa.
Penelitian dari Journal of The American Medical Association menunjukkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, serta mempercepat produksi neurotransmiter yang berhubungan dengan relaksasi dan kualitas tidur. Tidak heran jika banyak orang di seluruh dunia mulai mencoba metode ini.
Gaya hidup sehat orang Yunani tidak lepas dari pola makan Mediterania yang kaya akan sayuran segar, ikan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Pola makan ini terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, serta menjaga kesehatan otak.
Selain kaya akan nutrisi, diet Mediterania juga membantu menjaga berat badan tetap ideal dan meningkatkan kesehatan mata.
Ulasan di Nutrients Journal menyebutkan bahwa makanan pokok dari kawasan ini dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif.
Sarapan sehat adalah kunci energi sepanjang hari, dan di Swiss, muesli menjadi pilihan utama. Campuran gandum gulung, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah kering ini tidak hanya mengenyangkan tetapi juga kaya serat serta nutrisi yang baik untuk otak.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
