Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2025 | 18.33 WIB

Menurut Psikologi: Inilah 11 Tanda Orang Dewasa yang Sering Dihukum oleh Orang Tua di Masa Kecil

Ilustrasi orang yang trauma pada masa kecil. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang trauma pada masa kecil. (Freepik)

JawaPos.Com - Masa kecil adalah fondasi dari kehidupan dewasa. Cara kita dibesarkan oleh orang tua, baik dengan cinta, disiplin, atau hukuman keras, dapat meninggalkan jejak yang mendalam pada perkembangan psikologis kita. 

Bagi mereka yang sering menerima hukuman keras atau disiplin yang berlebihan, dampaknya sering kali tidak berhenti di masa kanak-kanak. 

Luka emosional dari pengalaman tersebut bisa terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara mereka berhubungan dengan orang lain, menghadapi tantangan, hingga membangun rasa percaya diri. 

Menurut psikologi, ada beberapa tanda yang khas pada orang dewasa yang mengalami pengasuhan dengan hukuman berlebihan di masa kecil

Dilansir dari Yourtango.com, inilah 11 tanda yang masih membekas di kehidupan orang dewasa akibat hukuman di masa kecil, membantu kita memahami bagaimana luka masa kecil dapat membentuk kepribadian seseorang saat dewasa.

1. Kesulitan Menentukan Batas dalam Hubungan dengan Orang Lain

Orang yang tumbuh dengan hukuman keras sering kali menghadapi kesulitan dalam menetapkan batasan interpersonal. 

Mereka terbiasa merasa tidak memiliki kontrol atas hidup mereka sejak kecil, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami atau mempertahankan batasan yang sehat. 

Ketika dewasa, pola ini dapat bermanifestasi dalam dua bentuk: mereka mungkin menjadi terlalu permisif, membiarkan orang lain melewati batasan mereka, atau menjadi sangat protektif terhadap ruang pribadi mereka. 

Dalam hubungan pribadi atau profesional, ketidakmampuan ini sering menyebabkan konflik atau ketidakseimbangan kekuasaan.

2. Perasaan Kebencian terhadap Orang Tua

Hukuman yang terus-menerus diterima saat kecil sering kali menimbulkan perasaan negatif terhadap orang tua

Meskipun kasih sayang kepada orang tua mungkin tetap ada, perasaan marah, kecewa, atau bahkan kebencian sering kali menjadi bagian dari dinamika keluarga. 

Konflik ini cenderung muncul dalam bentuk internalisasi, di mana seseorang merasa terbagi antara rasa hormat kepada orang tua dan rasa sakit emosional yang masih membekas. 

Hubungan dengan orang tua sering kali menjadi kompleks dan penuh ketegangan, terutama ketika luka masa kecil tidak pernah diakui atau diselesaikan.

3. Kesulitan dengan Kemandirian

Pengasuhan yang penuh hukuman sering kali membuat anak merasa tidak dipercaya atau tidak cukup baik. 

Akibatnya, mereka tumbuh dengan perasaan tidak percaya diri yang mendalam. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore