Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Januari 2025 | 03.33 WIB

Calon Orang Tua Harus Tahu! 4 Gaya Pengasuhan pada Anak yang Memiliki Efek dalam Tumbuh Kembangnya

Ilustrasi mengasuh anak (pikisuperstar/freepik.com) - Image

Ilustrasi mengasuh anak (pikisuperstar/freepik.com)

JawaPos.com - Tanggung jawab orang tua adalah mempersiapkan anak-anaknya menjadi pribadi dewasa yang bisa mandiri dan mengatasi berbagai tantangan hidup.

Ini merupakan tugas yang tidak mudah. Orang tua perlu menetapkan batasan yang jelas, memberi kesempatan anak untuk gagal, dan membiarkan mereka menghadapi akibat dari keputusan mereka.

Membesarkan anak berarti mendukung mereka ketika membuat kesalahan, mengajarkan tanggung jawab, kemandirian, dan pemecahan masalah. Caranya tergantung pada orang tua.

Mengutip mcpress.mayoclinic.org, berikut ini beberapa gaya pengasuhan pada anak yang memiliki efek bagi tumbuh kembangnya dan perlu dipahami calon orang tua.

1. Pengasuhan otoritatif

Pola asuh otoritatif sering dianggap sebagai gaya yang ideal karena menggabungkan kehangatan dan fleksibilitas, namun tetap menegaskan peran orang tua yang bertanggung jawab. Anak-anak dari orang tua otoritatif memahami harapan yang diberikan, dengan orang tua yang menjelaskan aturan dan konsekuensinya.

Walau orang tua mendengarkan pendapat anak, keputusan akhir tetap ada di tangan orang tua. Dalam pola asuh berwibawa, orang tua memberikan arahan yang bijaksana dan membangun hubungan yang dekat dan penuh kasih dengan anak. Mereka menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional sambil menetapkan batasan yang jelas.

Anak-anak yang dibesarkan dengan perhatian dan bimbingan seperti ini cenderung lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu mengelola emosi. Mereka juga lebih ramah, penasaran, dan berorientasi pada pencapaian, berkat dorongan guna meraih kesuksesan dengan cara yang sehat.

2. Pola asuh permisif

Orang tua yang permisif mungkin merasa bangga dianggap sebagai sahabat terbaik anak mereka. Mereka penuh perhatian, hangat, dan menjaga komunikasi terbuka, terlibat dalam kesejahteraan emosional anak, namun cenderung mempunyai harapan rendah dan jarang menerapkan disiplin.

Orang tua ini memberi kebebasan pada anak untuk membuat pilihan mereka sendiri, tetapi juga sering melindungi mereka apabila pilihan tersebut tidak berjalan dengan baik. Anak-anak dari orang tua permisif memiliki kebebasan dalam menentukan keputusan, seperti memilih makanan, waktu tidur, atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Mereka biasanya punya harga diri dan keterampilan sosial yang baik, namun bisa menjadi impulsif, menuntut, dan kesulitan dalam mengatur diri. Orang tua permisif umumnya mencoba melindungi anak dari penolakan atau kegagalan yang dapat membuat anak tersebut kurang siap menghadapi tantangan dewasa.

3. Pola asuh otoriter

Pola asuh otoriter menerapkan aturan yang sangat ketat, menetapkan standar yang tinggi, dan menggunakan hukuman sebagai cara mengendalikan perilaku anak. Orang tua dengan gaya ini punya harapan yang sangat besar terhadap anak-anak mereka dan tidak bersedia untuk bersikap fleksibel atau memberikan toleransi.

Anak-anak seringkali tidak menyadari aturan yang ada hingga mereka dihukum sebab melanggarnya. Anak-anak dari orang tua otoriter cenderung patuh dan berusaha berperilaku baik, namun mereka mungkin tumbuh dengan rasa takut akan hukuman yang mengurangi kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore