
Ilustrasi mengasuh anak (pikisuperstar/freepik.com)
JawaPos.com - Tanggung jawab orang tua adalah mempersiapkan anak-anaknya menjadi pribadi dewasa yang bisa mandiri dan mengatasi berbagai tantangan hidup.
Ini merupakan tugas yang tidak mudah. Orang tua perlu menetapkan batasan yang jelas, memberi kesempatan anak untuk gagal, dan membiarkan mereka menghadapi akibat dari keputusan mereka.
Membesarkan anak berarti mendukung mereka ketika membuat kesalahan, mengajarkan tanggung jawab, kemandirian, dan pemecahan masalah. Caranya tergantung pada orang tua.
Mengutip mcpress.mayoclinic.org, berikut ini beberapa gaya pengasuhan pada anak yang memiliki efek bagi tumbuh kembangnya dan perlu dipahami calon orang tua.
1. Pengasuhan otoritatif
Pola asuh otoritatif sering dianggap sebagai gaya yang ideal karena menggabungkan kehangatan dan fleksibilitas, namun tetap menegaskan peran orang tua yang bertanggung jawab. Anak-anak dari orang tua otoritatif memahami harapan yang diberikan, dengan orang tua yang menjelaskan aturan dan konsekuensinya.
Walau orang tua mendengarkan pendapat anak, keputusan akhir tetap ada di tangan orang tua. Dalam pola asuh berwibawa, orang tua memberikan arahan yang bijaksana dan membangun hubungan yang dekat dan penuh kasih dengan anak. Mereka menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional sambil menetapkan batasan yang jelas.
Anak-anak yang dibesarkan dengan perhatian dan bimbingan seperti ini cenderung lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu mengelola emosi. Mereka juga lebih ramah, penasaran, dan berorientasi pada pencapaian, berkat dorongan guna meraih kesuksesan dengan cara yang sehat.
2. Pola asuh permisif
Orang tua yang permisif mungkin merasa bangga dianggap sebagai sahabat terbaik anak mereka. Mereka penuh perhatian, hangat, dan menjaga komunikasi terbuka, terlibat dalam kesejahteraan emosional anak, namun cenderung mempunyai harapan rendah dan jarang menerapkan disiplin.
Orang tua ini memberi kebebasan pada anak untuk membuat pilihan mereka sendiri, tetapi juga sering melindungi mereka apabila pilihan tersebut tidak berjalan dengan baik. Anak-anak dari orang tua permisif memiliki kebebasan dalam menentukan keputusan, seperti memilih makanan, waktu tidur, atau mengerjakan pekerjaan rumah.
Mereka biasanya punya harga diri dan keterampilan sosial yang baik, namun bisa menjadi impulsif, menuntut, dan kesulitan dalam mengatur diri. Orang tua permisif umumnya mencoba melindungi anak dari penolakan atau kegagalan yang dapat membuat anak tersebut kurang siap menghadapi tantangan dewasa.
3. Pola asuh otoriter
Pola asuh otoriter menerapkan aturan yang sangat ketat, menetapkan standar yang tinggi, dan menggunakan hukuman sebagai cara mengendalikan perilaku anak. Orang tua dengan gaya ini punya harapan yang sangat besar terhadap anak-anak mereka dan tidak bersedia untuk bersikap fleksibel atau memberikan toleransi.
Anak-anak seringkali tidak menyadari aturan yang ada hingga mereka dihukum sebab melanggarnya. Anak-anak dari orang tua otoriter cenderung patuh dan berusaha berperilaku baik, namun mereka mungkin tumbuh dengan rasa takut akan hukuman yang mengurangi kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan sendiri.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
