
Ilustrasi orang tua dengan putranya.
JawaPos.com - Sering kali kita mendengat istilah 'gentleman', hal itu merujuk kepada pria yang berani mengutarakan kebaikan, memiliki jiwa kepimpinan, serta berkarismatik.
Mengutip dari laman Hitman System, arti gentleman sebenarnya adalah seseorang dengan nilai tinggi yang tidak akan sembarangan mengutarakan sesuatu, sehingga apapun perbuatannya akan menimbulkan reaksi lebih dari normal, bahkan semakin meningkatkan kualitas dirinya.
Sehingga pria yang gentleman sangat didambakan oleh setiap perempuan, karena mereka yakin bahwa bersanding dengan pria gentleman akan memberikan kenyamanan dan keamanan.
Buat para orang tua, dilansir dari laman Blog Herald pada (07/12) jika kamu ingin putramu menjadi pria yang gentleman, ucapkan selamat tinggal pada 8 perilaku ini:
1. Mendorong perilaku agresif
Agresif secara verbal maupun fisik, adalah perilaku yang perlu dikendalikan, bukan didorong. Jika putramu mengamuk atau menyelesaikan konflik dengan pukulan tangannya, itu bukanlah pria sejati.
Ini adalah tanda bahaya yang perlu diatasi, sebuah perilaku yang perlu diubah. Menjai seorang pria gentleman melibatkan penyelesaian konflik yang penuh hormat dan damai.
Oleh karena itu, mengucapkan selamat tinggal pada perilaku agresif ini adalah langkah pertama dalam menumbuhkan kualitas seorang pria gentleman dalam diri putramu.
2. Menumbuhkan sikap persaingan
Kita mendukung putra kita untuk menjadi yang terbaik, memenangkan perlombaan, mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian, akan menjadi masalah ketika kemenangan ini lebih diutamakan daripada kebaikan.
Para orang tua perlu memberikan pemahaman bahwa hidup bukan hanya tentang menjadi nomor satu, tapi tentang menjalin hubungan yang bermakna dan membantu orang lain, itulah sikap pria gentleman.
3. Mengabaikan pentingnya sopan santun
Ada pepatah lama dari aktivis dan penyair Amerika, Margaret Walker yang mengatakan, “Teman dan sopan santun akan membawamu ke tempat yang tidak bisa dituju dengan uang.”
Kebijaksanaan ini masih berlaku hingga saat ini, bahkan mungkin lebih relevan lagi di dunia digital yang serba cepat disaat sangat mudah untuk melupakan pentingnya kesopanan dasar manusia.
Tanamkan ucapan untuk berkata maaf, tolong, dan terima kasih. Tata krama ini mungkin tampak kuno bagi sebagian orang, tapi adalah landasan rasa hormat dan empati terhadap orang lain.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
