
Ilustrasi influencer update di media sosial. (Freepik)
JawaPos.com – Media sosial merupakan sebuah ruang untuk penggunanya bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi. Meskipun dunia maya ini bisa memberikan banyak manfaat positif, penggunaan yang tidak berhati-hati juga dapat memberikan banyak kerugian.
Melihat besarnya nama pemengaruh dan selebriti di media sosial, pada akhirnya membuat banyak orang terperangkap dalam ilusi gaya hidup yang sempurna. Bahkan, tidak jarang dari mereka mulai memberikan standar tidak masuk akal pada diri mereka sendiri.
Menurut psikologi, orang tidak menyadari bahwa mereka dipengaruhi oleh orang lain karena hal itu terjadi dalam pikiran bawah sadar mereka. Sementara ada banyak orang yang percaya dalam kesalahan persepsi, beberapa diantaranya tetap bisa melihat sebagaimana adanya.
Jika Anda pernah mendapati diri Anda tidak mudah percaya dan mempertanyakan keaslian selebritas atau influencer favorit Anda, kemungkinan besar Anda memiliki beberapa sifat berikut, seperti dilansir dari laman ideapod.
Ciri-ciri berikut saling terkait dan mencerminkan pendekatan yang lebih seimbang dan sadar diri dalam menghadapi tekanan dan ilusi media sosial, ini membantu individu menjaga kesehatan mental mereka dan menghindari standar yang tidak realistis yang sering dipresentasikan oleh influencer.
1. Dewasa secara emosional
Individu yang matang secara emosional lebih baik dalam mengatasi tekanan sosial dan lebih sedikit terpengaruh oleh penolakan sosial, sehingga mereka kurang rentan terhadap perfeksionisme dan ilusi yang dipresentasikan oleh influencer. Remaja, di sisi lain, lebih mudah dipengaruhi karena mereka lebih sensitif terhadap pendapat teman sebaya dan kebutuhan untuk diterima.
2. Berpikir bebas
Para pemikir independen selalu mempertanyakan apa yang mereka lihat dan dengar, mereka melakukan penelitian sendiri, serta membentuk pendapat mereka sendiri. Mereka tidak mengikuti tren atau menerima begitu saja narasi yang didorong oleh influencer dan selebriti. Pemikiran kritis ini tidak hanya mereka terapkan di media sosial, melainkan juga dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.
3. Skeptisisme
Individu yang skeptis selalu mempertanyakan keaslian tentang sesuatu yang mereka temui di dunia maya. Mereka dapat dengan cepat mengenali penggambaran yang dilebih-lebihkan atau tidak realistis di media sosial, seperti influencer yang menunjukkan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan kehidupan sehari-hari.
4. Pencarian kebenaran
Seseorang yang memiliki sifat pencari kebenaran selalu mencari pemahaman dan pengetahuan yang lebih dalam, terutama dalam bidang seperti manipulasi media, filter, dan teknik penyampaian cerita.
Mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi ketika influencer sedang membuat citra daripada menunjukkan kenyataan. Sifat ini yang memungkinkan mereka untuk melihat momen-momen yang dibuat atau palsu di media sosial.
5. Keaslian

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
