
Ilustrasi konflik keluarga. (freepik.com)
JawaPos.com - Ibu, ayah, dan saudara kandung adalah sumber dukungan sosial utama dalam hidup. Mereka mendukung kebahagiaanmu dan memberikan semangat saat kesulitan. Akan tetapi, perselisihan dan kesalahpahaman sering terjadi. Konflik kecil biasanya mudah diselesaikan, namun jika kebencian dan pola beracun muncul, hubungan bisa menjadi merusak dan penuh frustrasi.
Hubungan keluarga yang penuh konflik dapat muncul dari ayah yang kritis, kecemburuan antar saudara, atau mertua yang mengendalikan, di mana ini bisa menambah ketegangan. Merangkum helpguide.org, berikut ini beberapa cara mengatasi konflik dalam keluarga secara bijaksana supaya tidak menjadi belarut-larut.
1. Kelola stres yang dialami
Kamu perlu mengutamakan pengurangan stres sebelum dan setelah berinteraksi dengan anggota keluarga yang bermasalah. Mengelola stres dengan cara yang efektif dapat membantu menjaga kesejahteraan emosionalmu. Beberapa teknik yang bisa dilakukan antara lain meditasi guna menenangkan pikiran, berjalan-jalan untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
Selain itu, kamu juga bisa menulis jurnal agar meluapkan perasaan, atau berbicara langsung dengan teman dekat yang bisa memberikan dukungan dan perspektif. Semua ini dapat membantumu agar tetap tenang dan lebih siap menghadapi situasi yang menegangkan.
2. Tetapkan dan pertahankan batasan
Kunjungan keluarga bisa jadi menyenangkan, tapi juga dapat mengakibatkan stres. Dalam menjaga kesehatan mental, kamu perlu menetapkan batasan. Sebelum mengunjungi mertua, bicarakan dengan pasangan mengeenai durasi kunjungan yang nyaman dan topik-topik yang sebaiknya dihindari untuk dibicarakan.
Apabila mertua membicarakan topik sensitif, maka tegaskan dengan sopan untuk mengalihkan percakapan. Kamu berhak menetapkan batasan demi menjaga kedamaian dan kenyamanan emosional, serta menghindari pembicaraan yang bisa memicu stres.
3. Bangun kecerdasan emosional (EQ)
Dengan mengembangkan kecerdasan emosional, kamu dapat meningkatkan kemampuan supaya lebih memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat dan membangun. Peningkatan kecerdasan emosional ini akan membawa dampak positif pada hubunganmu dengan keluarga.
Selain itu juga memungkinkamu untuk berinteraksi dengan lebih empati dan pengertian, namun juga berpengaruh pada kesejahteraan mental. Kemampuan mengelola emosi dengan bijak dapat mengurangi stres dan konflik, serta meningkatkan rasa percaya diri dan keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
4. Ubah fokus
Akuilah kelebihan dan kekurangan anggota keluargamu, karena setiap orang pasti memiliki sifat unik. Misalnya, saudaramu yang mungkin suka berkonfrontasi dan sering menuntut, namun mereka juga senantiasa siap dalam membantu biaya acara keluarga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022