Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 November 2024 | 01.47 WIB

5 Ciri Fisik yang Menandakan Seseorang dengan Harga Diri Rendah Menurut Penelitian

Ilustrasi perempuan yang berusaha mengesampingkan harga dirinya untuk memulihkan hubungan pertemanan (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang berusaha mengesampingkan harga dirinya untuk memulihkan hubungan pertemanan (freepik)

JawaPos.Com - Gestur atau bahasa tubuh serta ekspresi fisik sering kali berbicara lebih keras daripada kata-kata.

Menurut penelitian, ciri-ciri fisik tertentu dapat mencerminkan tingkat harga diri seseorang.

Harga diri rendah, bisa berpengaruh pada cara seseorang membawa dirinya, termasuk bagaimana ia berinteraksi dan merespons lingkungannya.

Memahami tanda-tanda fisik dari harga diri rendah tidak hanya membantu dalam mengenali orang lain yang mungkin membutuhkan dukungan, tetapi juga membantu kita mengenali diri sendiri.

Jika kamu mendapati dirimu memiliki salah satu dari tanda-tanda berikut ini, maka mulailah untuk bekerja pada pengembangan rasa percaya diri dan penerimaan diri.

Harga diri bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah, dan dengan kesadaran serta dukungan, siapa pun bisa belajar untuk melihat nilai dalam dirinya sendiri.

Untuk itu, mari kita telusuri lima ciri fisik utama yang sering kali menunjukkan harga diri rendah pada seseorang, sebagaimana di rangkum Jawa Pos dari Psych Central.

1. Postur Tubuh Buruk

Penelitian yang dilakukan oleh Dana R. Carney dan Amy J.C. Cuddy dari Harvard Business School menemukan bahwa postur tubuh seseorang dapat mempengaruhi hormon dan perilaku mereka, termasuk meningkatkan perasaan percaya diri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang menjaga postur tubuh terbuka (dengan punggung tegak dan bahu terbuka) cenderung merasa lebih percaya diri dan memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang duduk membungkuk atau memiliki postur tubuh tertutup.

2. Kebiasaan Tertentu Saat Gugup

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Anxiety, Stress, & Coping menyebutkan bahwa kebiasaan fisik seperti menggigiti kuku atau bermain-main dengan rambut sering muncul saat individu merasa cemas atau gugup.

Kebiasaan ini disebut sebagai bentuk "perilaku pengalihan" yang dilakukan tanpa disadari oleh seseorang saat menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ini lebih sering muncul pada individu dengan tingkat harga diri rendah yang lebih cenderung mengalami kecemasan dalam situasi sosial.

3. Merendahkan Diri Sendiri

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore