
Ilustrasi orang lelah menggunakan ponsel (Freepik)
JawaPos.com - Seiring dengan kemajuan teknologi, ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.
Ponsel membuat komunikasi menjadi lebih mudah dan mudah diakses, tetapi penggunaan ponsel yang berlebihan telah menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesehatan kita, terutama otak.
Berikut beberapa dampak buruk pada penggunaan ponsel atau smartphone yang berlebihan seperti dilansir dari CMR National Public School.
Ponsel memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat menembus tubuh manusia dan mencapai otak. Radiasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak dan meningkatkan risiko kanker otak. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan radiasi ponsel dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan DNA yang dapat memicu pertumbuhan kanker.
Penggunaan ponsel secara berlebihan dapat mengganggu fungsi kognitif, yang meliputi daya ingat, perhatian, dan keterampilan memecahkan masalah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa paparan ponsel dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kinerja yang buruk dalam tugas-tugas daya ingat dan perhatian.
Cahaya biru yang dipancarkan ponsel dapat mengganggu siklus tidur alami tubuh. Paparan cahaya ini dapat menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur tidur. Hal ini dapat menyebabkan insomnia dan gangguan tidur lainnya.
Ponsel juga dapat meningkatkan tingkat stres. Kecemasan dan stres dapat terjadi akibat notifikasi dan pesan yang terus-menerus. Kebutuhan untuk tetap terhubung dan selalu siap sedia setiap saat juga dapat menimbulkan perasaan tertekan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Menatap layar ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata tegang dan lelah. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, mata kering, dan masalah penglihatan lainnya. Anak-anak sangat rentan terhadap efek ini, karena mata mereka masih dalam tahap perkembangan.
Penggunaan ponsel yang berlebihan juga dapat menyebabkan menurunnya keterampilan sosial. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di ponsel mereka mungkin mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial . Hal ini dapat menyebabkan kurangnya empati dan pemahaman terhadap isyarat sosial.
Kecanduan ponsel merupakan masalah yang semakin meningkat, terutama di kalangan anak muda. Kebutuhan terus-menerus untuk mengecek ponsel dan tetap terhubung dapat menyebabkan perilaku adiktif. Kecanduan ponsel dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, hubungan, dan prestasi akademis.
***

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
