Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 04.32 WIB

Jangan Menyalahkan Dirimu Sendiri! Begini Cara Menghadapi Orang Silent Treatment

Ilustrasi silent treatment. (freepik/ shurkin son) - Image

Ilustrasi silent treatment. (freepik/ shurkin son)

JawaPos.com - Ada yang bilang diam adalah emas. Namun bagaimana jika kebiasaan mendiamkan orang lain ketika merasa keadaan tidak baik-baik saja?

Hal tersebut biasa disebut silent treatment. Ketika seseorang mendiamkan orang lain karena telah berbuat salah, atau karena merasa tidak nyaman akan suatu hal.

Misalnya orang terdekatmu yang mendiamkan dirimu ketika kamu melakukan hal yang tidak mereka sukai.

Menjadi ‘korban’ silent treatment akan terasa sangat berat. Tidak tahu harus berbuat apa, bahkan terkadang tidak tahu dimana letak kesalahannya karena terus-terusan didiamkan. 

Bagi sebagian orang, didiamkan mungkin akan memunculkan pikiran buruk pada diri mereka sendiri. Bahkan mungkin dapat membuat orang tersebut menyalahkan diri sendiri atas sesuatu yang bukan kesalahannya atau bahkan kesalahan yang tidak pernah bisa diketahui.

Jika kamu dihadapkan dengan orang yang silent treatment, beberapa tips yang dikutip dari Psychology Today ini dapat kamu lakukan untuk menghadapi sikap silent treatment. 

  • Bertanyalah

Kamu mungkin ingin memberi tahu mereka bahwa kamu tahu mereka kesal dan kamu tidak bisa membaca pikiran mereka. Maka kamu bisa mencoba untuk bertanya mengenai hal yang menyebabkan mereka kesal. 

  • Jangan menyalahkan diri sendiri

Bagaimana cara seseorang bereaksi pada sesuatu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang itu sendiri. Jika kamu menjadi salah satu pemicu silent treatment yang diberikan, jangan memohon dan marah berlebihan pada orang tersebut. 

  • Lihat polanya

  • Jika silent treatment ini sering dilakukan, dan kamu mulai merasa orang tersebut melakukan hal ini untuk mengendalikanmu, jangan memanjakannya. Hal ini bisa menjadi awal dari perilaku gaslighting.

    Jika silent treatment menjadi parah hingga meluas disertai kekerasan misalnya mengancam, melukai, menuduh, atau membuatmu terisolasi dari orang lain. Kamu bisa mulai mempertanyakan hubunganmu dengan orang tersebut, apakah hal ini baik untuk dirimu? Jangan biarkan toxic relationship terus berlanjut.

  • Jangan mengisolasi diri

  • Di situasi seperti ini kamu mungkin membutuhkan dukungan dari orang terdekat. Jaga hubungan baik dengan orang terdekat itu ya. 

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore