
Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik)
JawaPos.com – Di balik citra mulia dunia medis sebagai simbol harapan dan kesembuhan, tersembunyi kenyataan pahit berupa praktik bullying yang merusak mental para calon tenaga kesehatan.
Lingkungan yang seharusnya menumbuhkan empati dan kasih sayang justru menjadi arena intimidasi dan pelecehan.
Tragedi bunuh diri seorang dokter muda di salah satu kampus negeri di Semarang baru-baru ini menguak tabir kelam perundungan di dunia medis ini.
Namun, penelitian terbaru mengungkap fakta yang lebih mencengangkan: praktek bullying di dunia medis bukanlah fenomena lokal, melainkan epidemi global yang telah lama diabaikan.
Dari lorong-lorong rumah sakit hingga ruang kuliah kedokteran, intimidasi, pelecehan, dan diskriminasi telah menjadi bayang-bayang yang menghantui para calon dokter dan tenaga medis lainnya di seluruh dunia.
Mari kita selami lebih dalam, mengungkap fakta-fakta mengejutkan tentang bullying di balik layar dunia medis, dan mencari tahu bagaimana kita bisa bersama-sama memutus rantai kekerasan ini.
Bukan Hanya di Indonesia: Bullying di Dunia Medis adalah Masalah Global
Berbagai penelitian dan jurnal internasional, termasuk yang dilakukan oleh Diana F. Wood, seorang direktur pendidikan medis dan dekan klinis, mengungkapkan fakta yang memprihatinkan: bullying di dunia medis bukanlah fenomena yang langka.
Praktik perundungan ini telah menjadi momok yang menghantui para calon dokter dan tenaga medis lainnya di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, hingga Jepang.
Temuan ini menegaskan bahwa bullying di lingkungan medis bukanlah sekadar masalah lokal, melainkan sebuah tantangan global yang membutuhkan penanganan segera dan serius.
Bentuk Bullying di Dunia Medis
Penelitian yang dikutip dari jurnal National Library of Medicine, Jumat (16/8), ini menunjukkan bahwa bullying di lingkungan medis dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk:
Pelecehan verbal: Ini bisa berupa hinaan, ejekan, atau komentar yang merendahkan martabat seseorang.
Penghinaan: Tindakan atau perkataan yang bertujuan untuk mempermalukan atau merendahkan seseorang di depan orang lain.
Diskriminasi: Perlakuan tidak adil terhadap seseorang berdasarkan karakteristik pribadi mereka, seperti jenis kelamin, ras, agama, atau orientasi seksual.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
