Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Agustus 2024 | 23.01 WIB

Ketika Jas Putih Ternodai: Studi Global Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Realitas Perundungan di Dunia Medis

Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik) - Image

Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik)

JawaPos.com – Di balik citra mulia dunia medis sebagai simbol harapan dan kesembuhan, tersembunyi kenyataan pahit berupa praktik bullying yang merusak mental para calon tenaga kesehatan.

Lingkungan yang seharusnya menumbuhkan empati dan kasih sayang justru menjadi arena intimidasi dan pelecehan.

Tragedi bunuh diri seorang dokter muda di salah satu kampus negeri di Semarang baru-baru ini menguak tabir kelam perundungan di dunia medis ini.

Namun, penelitian terbaru mengungkap fakta yang lebih mencengangkan: praktek bullying di dunia medis bukanlah fenomena lokal, melainkan epidemi global yang telah lama diabaikan.

Dari lorong-lorong rumah sakit hingga ruang kuliah kedokteran, intimidasi, pelecehan, dan diskriminasi telah menjadi bayang-bayang yang menghantui para calon dokter dan tenaga medis lainnya di seluruh dunia.

Mari kita selami lebih dalam, mengungkap fakta-fakta mengejutkan tentang bullying di balik layar dunia medis, dan mencari tahu bagaimana kita bisa bersama-sama memutus rantai kekerasan ini.

Bukan Hanya di Indonesia: Bullying di Dunia Medis adalah Masalah Global

Berbagai penelitian dan jurnal internasional, termasuk yang dilakukan oleh Diana F. Wood, seorang direktur pendidikan medis dan dekan klinis, mengungkapkan fakta yang memprihatinkan: bullying di dunia medis bukanlah fenomena yang langka.

Praktik perundungan ini telah menjadi momok yang menghantui para calon dokter dan tenaga medis lainnya di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, hingga Jepang.

Temuan ini menegaskan bahwa bullying di lingkungan medis bukanlah sekadar masalah lokal, melainkan sebuah tantangan global yang membutuhkan penanganan segera dan serius.

Bentuk Bullying di Dunia Medis

Penelitian yang dikutip dari jurnal National Library of Medicine, Jumat (16/8), ini menunjukkan bahwa bullying di lingkungan medis dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk:

Pelecehan verbal: Ini bisa berupa hinaan, ejekan, atau komentar yang merendahkan martabat seseorang.

Penghinaan: Tindakan atau perkataan yang bertujuan untuk mempermalukan atau merendahkan seseorang di depan orang lain.

Diskriminasi: Perlakuan tidak adil terhadap seseorang berdasarkan karakteristik pribadi mereka, seperti jenis kelamin, ras, agama, atau orientasi seksual.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore