Ilustrasi kasus penganiayaan. (Istimewa)
JawaPos.com–Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) paparkan penyebab kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Putri Aisyiyah Rachma Dewi, pengajar di Ilmu Komunikasi Unesa mengungkapkan, KDRT berakar pada sistem masyarakat.
Menurut staf tim Satgas PPKS Unesa tersebut, sistem patriarki melanggengkan KDRT dan mensubordinasi perempuan dalam rumah tangga.
”Masyarakat kita menganut sistem patriarki. Perempuan dianggap sebagai kelas kedua. Kemampuan dan kapabilitasnya sebagai manusia ada di bawah laki-laki,” tutur Putri Aisyiyah Rachma Dewi dikutip dari YouTube Kece Media by Unesa pada Rabu (20/3).
”Dan, (patriarki) juga menyebabkan adagium bahwa laki-laki memiliki posisi yang lebih tinggi daripada perempuan di dalam rumah tangga,” lanjut dia.
Dia menjelaskan, di lingkungan keluarga, perempuan dianggap lebih lemah dan rendah dibandingkan dengan laki-laki. Ketika relasi kuasa muncul di dalam keluarga, berpotensi bahkan menjadi cikal bakal terjadinya kekerasan.
”Relasi kuasa menjadi awal eksploitasi maupun kekerasan dalam sebuah relasi,” terang Putri Aisyiyah Rachma Dewi.
Peningkatan kasus KDRT tertinggi terjadi di masa pandemi pada 2021. Peningkatan mencapai 300 persen. Hal itu dipicu berbagai faktor.
Menurut Dewi salah satunya bermula dari pembatasan sosial yang mengakibatkan segala aktivitas dilakukan di rumah. Dengan demikian pengasuhan anak menjadi tinggi dan meningkatkan stres yang lebih tinggi pada orang tua. Hal itu diperparah banyaknya PHK pada masa pandemi yang memicu tingkat stres pada suami.
”Emosional yang negatif tersebut dapat memicu dan dilampiaskan kepada anggota keluarga yang dianggap lemah, anak dan perempuan,” papar Putri Aisyiyah Rachma Dewi.
”Jadi KDRT juga dipicu tingkat stres alias emosional yang membabi buta,” tambah dia.
Dia menambahkan, untuk menghindari KDRT, salah satunya diperlukan kesetaraan gender dan pengelolaan emosi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
