
Gaya busana terinspirasi dari 3 srikandi yakni RA Kartini, Nyi Ageng Serang, dan Cut Nyak Dhien dalam Emansifashion. (Istimewa)
JawaPos.com - Untuk menghasilkan karya mode yang unik memang bisa terinspirasi dari berbagai hal. Salah satunya dari perjuangan pada pejuang perempuan dalam merebut Kemerdekaan. Seperti balutan busana dalam acara 'Emansifashion' yang terinspirasi dari Cut Nyak Dhien, Raden Ajeng Kartini, dan Nyi Ageng Serang.
Lewat tangan dingin desainer Yurita Puji, semangat juang dan gaya berbusana ketiga pahlawan perempuan Indonesia coba dituangkan kembali dengan sentuhan kekinian. Langkah riset pun dilakukan agar nilai yang coba dituangkan dalam busananya tak salah.
"Saya mencoba untuk riset dalam merancang busana yang terinspirasi dari para perempuan hebat. Kalau Kartini kan sudah banyak yang membahas dari mulai batik dan gaya busana lainnya. Jadi tak terlalu kesulitan. Paling banyak riset itu Cut Nyak Dhien dan Nyi Ageng Serang. Seperti Nyi Ageng Serang kan busananya mirip Cheongsam, saya berusaha menerjemahkannya," kata Yurita di Museum Tekstil, Minggu (30/6).
Koleksi Yurita sendiri hadir dalam theatrical fashion show dalam 'Emansifashion'. Sehingga, selain mengajak masyarakat mengagumi busana yang terinspirasi para pejuang perempuan, ia juga mencoba menyampaikan nilai kekuatan perempuan dalam aksi fashion show-nya.
Menurutnya, banyak masyarakat lokal dan mancanegara yang senang dengan kain daerah Indonesia karena punya nilai historis di baliknya. Sehingga ia selalu berusaha menyisipkan budaya Indonesia disetiap karyanya. Seperti saat di New York Fashion Week, Yurita pun membawa tas khas Papua yakni Noken, yang sudah dipercantik.
Baginya, dibutuh taktik untuk terlihat cantik sesuai perkembangan zaman. Mulai dari memilih pakaian yang sesuai hingga menggunakan make-up yang sesuai dengan kebutuhan. Namun rasa percaya diri adalah kunci terpenting untuk terlihat cantik.
Fashion Perempuan Zaman Now
Berbeda dengan pejuang kemerdekaan dulu di mana perempuan lebih banyak memakai kain, perempuan masa kini jauh lebih praktis dan simple. Untuk menyeimbangkan dengan berbagai aktivitas yang begitu padat, busana semi formal banyak menjadi pilihan.
"Perempuan Indonesia kan pada kerja. Otomatis harus mandiri tetap cantik dan rapi banyak. Kalau perempuan sekarang lebih simple lagi," katanya.
Selain itu, kebiasaan perempuan masa kini lebih suka mengganti pakaian lebih sering dalam sebulan dengan harga yang tak terlalu mahal. Itu semua agar mereka selalu terlihat berbeda untuk mengunggah foto-foto ke media sosial.
"Saya enggak bisa lagi jual baju mahal, justru konsumen sekarang sudah pintar bawa bahan sendiri dan contoh gambar sendiri. Itu bisa sering dalam sebulan. Dan orang lebih suka pakai busana Ready To Wear," tuturnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
