
Tokoh Penggerak DSA Temanggung Sofiyudin Achmad (kiri) bersama dengan seorang anggota Kelompok Usaha Bersama (kanan) menunjukkan proses menjemur kopi dengan proses honey menggunakan media para-para (drying). (Astra for JawaPos.com)
JawaPos.com - Biji kopi lokal umumnya dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Apalagi berbicara wilayah Sumatera yang memiliki aneka ragam biji kopi pilihan. Salah satunya provinsi Lampung.
Pemilik label Kisah Kopi, Rahmat Rizki memperkenalkan cita rasa biji kopi Robusta Lampung. Lewat label kopinya yang disajikan lewat gelas plastik kekinian, ciri khas biji kopi robusta Lampung pun dikreasikan menjadi berbagai varian.
"Biji kopi robusta Lampung itu bedanya ada pada kepahitannya. Rasa rempahnya juga ada. Tingkat keasamannya lebih rendah dibanding arabika," ungkapnya dalam konferensi pers baru-baru ini.
Berbekal kebun kopi di kampung halamannya dan kisah dari almarhumah nenek, Rizki terinspirasi untuk membuat bisnis kopi. Nama varian kopinya unik-unik berasal dari nama gelar keluarganya yang masih keturunan darah biru.
"Itu sebabnya saya namalan Kisah Kopi karena ada story di balik kopi saya," jelasnya.
Ada Kopi Rajo Bandar, Kopi Suttan Mangkunegaro, Kopi Nyaik, Kopi Buyah, Kopi Ayah Man, Kopi Pak Atu dan lainnya. Keseluruhan menu atau varian itu menggunakan gelar keluarganya yang kaya dengan kesultanan Lampung.
"Terinspirasi dari nenek saya di Lampung Timur. Almarhumah selalu berpesan untuk selalu melestarikan budaya dan merawat biji kopi khas Lampung," kata Rizki.
Menurutnya, rata-rata di Lampung lenih nanyak terdapat kopi tubruk atau kopi bubuk yang diseduh. Sehingga dia nerusaha menawarkan cita rasa yang berbeda. Menu favorit yang disuguhkannya adalah Kopi Rajo Bandar yang mirip rasanya seperti permen kopi.
"Banyak pelanggan bilang rasanya seperti permen kopi. Dan semua menu rata-rata pakai susu atau latte. Hanya menu Kopi Nyaik yang disuguhkan khusus penggemar spesial black coffee," katanya.
Ciri khas kopi robusta Lampung, kata dia, biasanya ditanam di dataran tinggi dan tak bisa digabung dengan komoditi lainnya. Selain itu, dia menyarankan agar ketika memetik biji kopi sebaiknya disertai kesabaran dan ketelatenan.
"Tunggu yang merah barulah dipetik. Jangan semua langsung dipetik. Harus satu-satu jika memetik biji kopi. Butuh kesabaran karena itu memengaruhi cita rasa," jelasnya.
Untuk harga segelas kopi yang ditawarkan cukup terjangkau yakni Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Sebab targetnya adalah para pekerja dan milenial pecinta kopi yang ingin serba praktis.
"Itulah sebabnya saya kemas dalam kemasan gelas plastik. Untuk menyasar volume Instagram menyasar netizen pecinta kopi," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
