JawaPos.com - Pada Hari Raya Natal, beberapa keluarga akan menyambut anggota keluarga mereka yang jauh dari rumah. Untuk menyambut kepulangan mereka, biasanya akan diadakan santapan Natal yang dilaksanakan pada malam sebelum Hari Natal.
Ada yang memesan meja di restoran terkenal atau favorit keluarga mereka; ada yang membeli makanan dari luar lalu dibawa ke rumah; dan ada yang memasak santapan mereka sendiri di dapur rumah mereka.
Namun, tentunya menu makan malam untuk merayakan Hari Natal tidak akan jauh-jauh berbeda dari tahun ke tahun.
Daging Panggang
Dilansir dari Culinary Arts Academy Switzerland, ayam kalkun panggang sudah menjadi menu utama makan malam Natal di banyak negara, seperti Inggris Raya, Kanada, dan Perancis.
Burung berukuran besar ini juga memiliki beberapa menu pendukung. Seperti saus kaldu, isian yang lembut dan sayuran panggang lainnya.
Tradisi untuk menyajikan kalkun panggang untuk Hari Natal dipercayai berawal di Inggris pada abad ke 16. Dimana kalkun menggantikan bebek dalam pesta makan malam mewah.
Karena ukurannya yang besar ini, satu ekor burung saja dapat membuat kenyang satu keluarga besar. Dan dengan begitu menjadi menu yang praktis, serta perlahan-lahan menjadi simbol kemurahan dan perkumpulan.
Dilansir dari Good Food, apabila kalkun kurang diminati atau tidak bisa ditemukan di toko daging terdekat, biasanya daging sapi panggang dapat menjadi pengganti.
Tamale
Di negara-negara Amerika Selatan, atau Amerika Latin, mereka biasanya menyantap tamale. Makanan ini terbuat dari adonan jagung dengan macam-macam isi, lalu dibungkus dengan daun jagung kemudian dikukus.
Makanan ini merepresentasikan reuni keluarga, yang menjadi bagian favorit dalam perayaan Hari Natal. Untuk menyiapkan tamale, semua anggota keluarga akan berkumpul dan membuat ratusan tamale bersama-sama.
Stollen
Dilansir dari Just Ingredients, musim liburan di Jerman selalu diisi dengan berbagai macam sosis dan pendampingnya. Namun yang menjadi hidangan penutup wajib adalah roti stollen.
Roti stollen adalah roti buah yang ditaburi dengan banyak sekali gula bubuk. Roti ini menjadi makanan musiman di Jerman, terutama pada Hari Natal.
Roti tebal yang padat ini dipenuhi dengan buah-buahan kering, permen kulit jeruk, kacang almond, dan bumbu-bumbu yang menghangatkan tubuh.
Bentuk roti ini dikatakan menyerupai Bayi Yesus yang dibungkus lampin, sehingga menimbulkan makna simbolisnya.
Dikatakan pula bahwa roti ini rasanya akan lebih enak seiring waktu. Karena itu, disarankan untuk dibungkus rapat-rapat dan disimpan selama beberapa minggu agar rasanya berkembang.
Lalu iris roti tipis-tipis dan sajikan dengan minuman hangat, seperti teh, kopi, atau anggur hangat.
Christmas Pudding
Walaupun ada kata "pudding" di namanya, hidangan pencuci mulut ini adalah kue buah yang dibuat berbulan-bulan sebelum akhirnya dijual pada musim liburan Natal.
Dilansir dari English Heritage, resep hidangan ini sudah ada dan disebarluaskan sejak tahun 1927. Serta salah satu bahannya dapat ditemukan di toko-toko terdekat, yaitu "alkohol yang kuat."
Kue ini juga memiliki nama lain plum pudding, walaupun begitu seringkali kue ini tidak mengandung buah plum sama sekali. Ini dikarenakan pada abad pertengahan Inggris, "plum" hanyalah kata lain untuk buah kering.
Proses pembuatan kue ini seringkali menjadi tradisi keluarga. Untuk membuat kue ini, adonan yang digunakan sangat kental sehingga harus bergantian. Ada pula kebiasaan untuk memasukan koin ke adonan, siapapun yang menemukannya nantinya dipercaya akan beruntung.
Untuk disajikan, kue ini akan dikukus, lalu disiram dengan brandy hangat. Bahkan ada yang dapat menyajikannya dengan metode flambe.
Kue Jahe
Kue kering rasa jahe ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Ada yang berbentuk orang-orangan, pohon pinus, hingga rumah-rumahan. Kue ini menjadi tradisi di berbagai negara di Eropa dan Amerika Utara.
Awal mula bentuk-bentuk kue jahe ini dapat ditemukan sejak abad pertengahan Eropa, dimana para tukang roti membentuk kue ini menjadi hewan, santo dan santa hingga pola bertema Natal.
Praktek ini masih dapat ditemukan di Jerman, dimana mereka menjadikan kue-kue ini ornamen, atau hiasan, pohon Natal.