← Beranda

Tersasar jadi Berkah: Warung Lontong Kikil Mbak Is Padangan, Rasa Gurih yang Bikin Nagih Meski Tersembunyi di Dalam Gang Kecil

Zulfa Putri HardiyatiMinggu, 9 November 2025 | 17.50 WIB
Tersasar jadi Berkah: Warung Lontong Kikil Mbak Is Padangan, Rasa Gurih yang Bikin Nagih Meski Tersembunyi di Dalam Gang Kecil (YouTube Kendria Cahaya Gantari)

JawaPos.com - Terkadang, keberuntungan muncul di tempat yang tak terduga. Seperti yang dialami tim kuliner dari kanal YouTube Kendria Cahaya Gantari, yang awalnya tersesat karena arahan Google Maps, namun justru menemukan surga kuliner tersembunyi, yakni Warung Lontong Kikil Mbak Is di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Meski lokasinya nylempit di dalam gang kecil, warung ini menyuguhkan cita rasa lontong kikil yang luar biasa.

Kuah gurih tanpa santan, potongan kikil empuk, serta aroma kaldu yang kuat membuat siapa pun yang datang pasti ingin kembali.

Yang menarik, penjualnya — Mbak Is — bukan hanya piawai memasak, tapi juga terkenal ramah dan cekatan melayani pelanggan.

Dari Pasar Cepu ke Dapur Sederhana

Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo 9 November 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Dalam video, Mbak Is tampak baru datang dari Pasar Cepu membawa belanjaan segar. Ia menyiapkan bahan-bahan sendiri, mulai dari mencuci, membersihkan kikil, hingga memprosesnya tanpa bantuan banyak orang.

Semua dikerjakan dengan telaten. Kikil seberat lima kilogram itu dicuci bersih lalu direbus dan dipresto selama sekitar 10 menit agar teksturnya empuk sempurna.

“Biar nanti yang nggak punya gigi juga bisa menikmati lontong kikilnya,” canda salah satu pelanggan dalam video tersebut.

Yang menarik, bagian kikil yang digunakan beragam — mulai dari kaki sapi, kulit kepala, hingga bagian perut yang lebih tipis.

Menurut Mbak Is, tiap bagian punya tekstur dan cita rasa tersendiri, namun semuanya tetap empuk dan gurih setelah dipresto.

Kuah Gurih Tanpa Santan, Rempahnya Pas

Keunikan lain dari lontong kikil Mbak Is terletak pada kuahnya. Berbeda dari banyak kikil lain yang bersantan, di sini kuahnya tidak menggunakan santan, namun tetap memiliki rasa gurih dan kaya kaldu.

Rempah-rempah yang digunakan menghasilkan aroma sedap tanpa membuat enek.
Kuahnya berwarna kecokelatan dengan minyak kaldu yang tipis di permukaan, menggoda selera bahkan sebelum dicicipi.

Dalam satu porsi, lontong disajikan bersama kikil empuk, cambah, sawi, serta perasan jeruk nipis yang menambah segar.

Pelengkapnya, sambal khas buatan sendiri yang diblender halus. Setelah diaduk bersama kecap manis dan sambal, kuahnya berubah jadi kental dan semakin menggugah selera.

Harga Bersahabat dan Porsi Mengenyangkan

Harga lontong kikil di sini tergolong ramah di kantong.

·       Lontong kikil biasa: Rp17.000

·       Lontong kikil istimewa (dengan tambahan iga): Rp30.000

·       Lontong kikil spesial (plus tulang sumsum): Rp33.000

Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapat porsi besar dengan potongan kikil melimpah dan lontong yang banyak.

Tak heran banyak pengunjung memuji porsinya yang bikin kenyang dan rasanya yang “jos pol”.

Selain lontong kikil, warung ini juga menyediakan gado-gado dan rujak cingur sebagai alternatif menu.

Semua disajikan di rumah sederhana yang diubah menjadi tempat makan nyaman, lengkap dengan kipas angin dan suasana hangat khas desa.

Buka Setiap Hari dari Siang hingga Malam

Warung Mbak Is buka setiap hari mulai pukul 11.00 siang sampai habis. Tak jarang, pengunjung harus antre karena tempat ini sudah terkenal di sekitar Bojonegoro dan Cepu.

Meskipun berada di gang kecil, pengunjung bisa dengan mudah menemukannya melalui Google Maps dengan nama “Lontong Kikil Lekoh”.

Alamat lengkap: Jl. St. Padangan No.656, Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62162

Dengan cita rasa gurih, kuah tanpa santan yang ringan, dan potongan kikil yang lembut hingga ke tulang, Warung Lontong Kikil Mbak Is menjadi salah satu destinasi kuliner tersembunyi yang layak masuk daftar wajib coba.

Tersesat di gang kecil pun tak akan sia-sia — karena di sanalah, rasa dan kehangatan khas masakan Jawa Timur menanti untuk dinikmati.

EDITOR: Hanny Suwindari