JawaPos.com – Selalu hadir gebrakan baru dari dunia kuliner yang kian viral lewat media sosial.
Setiap minggu kerap muncul sejumlah makanan viral baru yang tampak menarik untuk dicoba. Dari camilan, makanan berat, minuman, hingga dessert, sukses membuat netizen penasaran.
Bagi sejumlah pelaku UMKM, tren ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga peluang bisnis cemerlang. Dengan kemajuan teknologi, tak sedikit UMKM yang usahanya melejit setelah viral di media sosial.
Yuk simak 5 jajanan viral di media sosial khususnya tiktok yang menginspirasi banyak UMKM hingga menjamur di mana-mana.
1. Mie Jebew
Modifikasi kuliner berbahan dasar mie memang tidak ada habisnya. Kali ini pelopornya berasal dari Garut dengan nama khas yaitu Mie Jebew.
Mie dengan level pedas luar biasa dengan tampilan mematikan disajikan dengan berbagai topping menjadi daya tarik utama kuliner ini.
Kata Jebew yang digunakan untuk mendeskripsikan reaksi yang akan didapat setelah memakan juga membuat banyak orang penasaran.
Silih berganti dari warga lokal maupun luar kota termasuk influencer berdatangan ke salah satu warung yang menjadi pelopor menu ini, yaitu Mie Jebew Teh Emil yang berlokasi di Garut, Jawa Barat. Berani coba?
2. Basreng Bojot Daun Jeruk
Basreng atau bakso goreng sebenarnya merupakan jajanan yang sudah lama hadir. Namun bedanya, saat ini mulai muncul berbagai macam modifikasinya. Mulai dari tekstur yang menjadi super renyah hingga varian rasa yang beragam.
Saat ini yang sedang populer adalah basreng bojot dengan cita rasa asin gurih pedas dari minyak bawang, chili oil, dan juga aromatic dari daun jeruk.
Salah satu UMKM yang usahanya berawal dari merintis begitu melejit lewat menu ini adalah @warungmamazafran yang sering membagi kesehariannya dalam berjualan.
Hingga sekarang, banyak sekali penjual yang mengadopsi ide jualan olahan berbahan dasar ikan ini karena bahan bakunya bisa dengan mudah didapat dan cara mengolah yang mudah.
3. Dimsum Mentai
Dimsum juga mengalami transformasi yang serupa. Pada awalnya dimsum hanya disajikan bersama saus khas dengan cita rasa asam manis. Sekarang, hadir inovasi dimsum digabungkan dengan saus mentai yang biasa ada pada sajian khas jepang sushi misalnya.
Sebenarnya, tak hanya itu ada pula yang menggabungkan dengan saus barbeque, keju, tar-tar, dan saus lainnya, namun yang paling populer adalah saus mentai.
Sering kali konsumen tergugah lewat video proses pembuatannya yang menunjukkan saus meleleh yang sedang di-torch agar menghasilkan efek smoky.
Sajian ini menjamur di berbagai tempat. Antusiasme dan permintaan yang tinggi membuat banyak orang banting setir untuk mencoba berjualan menu ini.
4. Tahu Isi Pedas
Sesuai dengan namanya, camilan kali ini berbahan dasar tahu. Tetapi yang membuatnya berbeda adalah isian yang begitu padat dan beragam.
Kudapan ini viral di tiktok, salah satunya tahu huha milik seorang wanita bernama Farida Zulfa. Lewat akun tiktoknya @faridahuha, ia seringkali mempromosikan jualannya yang dibandrol dengan harga Rp10.000/pcs.
Melihat peluang ini, banyak UMKM serupa yang mulai terinspirasi dengan camilan ini dan berjualan di wilayahnya masing-masing.
- Bakso Mercon & Keju
Bakso Mercon Mozzarella | Dokumentasi akun tiktok @mardatillahika
Warung-warung kecil bahkan waralaba rumahan mulai menawarkan menu ini, sehingga mendorong diversifikasi kuliner tradisional.
Sajian bakso yang tadinya hanya sebatas menu makanan berkuah andalan ketika hujan kini bergeser dan menjadi favorit baru masyarakat lewat jenis penyajian yang berbeda.
Saat ini yang sedang ramai diminati yaitu olahan bakso yang disajikan bersama sambal pedas hingga disebut mercon.
Lebih menggugah lagi ketika di dalam bakso tersebut ada isian keju yang ketika digigit menawarkan sensasi luar biasa.
Sebuah riset yang dipublikasikan dalam laman ResearchGate mengungkap bahwa interaksi pelanggan di platform seperti TikTok ikut meningkatkan pengalaman pengguna.
Pada gilirannya memperkuat perilaku beli meski personalisasi konten belum terbukti signifikan secara statistik.
Studi lain menunjukkan bahwa keterlibatan media sosial dan pengalaman merek berpengaruh kuat terhadap perilaku konsumen Gen Z di sektor makanan dan minuman Indonesia.
Meski begitu, viralitas bukan hanya tentang hype sementara. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan tekanan operasional seperti antrean panjang, stok cepat habis, atau kualitas yang menurun.
UMKM yang sukses memanfaatkan momentum viral adalah mereka yang bisa menjaga konsistensi rasa, pelayanan cepat, dan memanfaatkan tambahan permintaan untuk memperluas jangkauan misalnya lewat marketplace atau membuka cabang.
Kelima jajanan viral ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan konten singkat dapat mengubah nasib. Antrean panjang di depannya kini jadi simbol kesuksesan dan cara UMKM naik kelas.
Mereka bukan hanya sekadar bertahan tetapi bisa membuktikan bahwa mereka juga mampu tumbuh, berkembang, dan bersaing di era digital.