← Beranda

Daftar Kuliner Tradisional, Ikonik, dan Viral di Madiun: 5 Tempat Makan yang Wajib Dikunjungi di Waktu Luang

Achmad AsroriKamis, 22 Mei 2025 | 00.52 WIB
Kuliner viral dan ikonik di Madiun (Kang Mas Bogel Channel-Youtube)

 

JawaPos.com - Madiun tidak hanya dikenal sebagai kota kereta api, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner tradisional.

Kota ini menyimpan banyak warung makan legendaris yang menyajikan hidangan khas Jawa Timur dengan cita rasa otentik dan harga yang terjangkau.

Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi ikon kuliner yang viral dan selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Jika Anda sedang berkunjung atau tinggal di Madiun, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi lima kuliner tradisional berikut ini yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan cerita menarik di balik kelezatannya.

1. Nasi Liwet Mbak Ninik, Kuliner Khas Solo yang Selalu Ramai Pembeli

Jika Anda mencari makanan sore yang mengenyangkan dan menggoda, cobalah nasi liwet khas Solo yang dijajakan oleh Mbak Ninik.

Warung ini terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.31, Kartoharjo, Kota Madiun, dan hanya buka selama lima jam setiap hari, yaitu mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Meskipun waktu jualannya terbatas, antrian pembeli hampir tak pernah sepi.

Dengan harga mulai dari Rp10.000, Anda bisa menikmati seporsi nasi liwet lengkap dengan lauk seperti ayam suwir, telur bacem, dan sambal pedas yang khas.

Mengutip Youtube Kang Mas Bogel Channel, paduan cita rasa gurih dan manis membuat kuliner ini viral dan selalu dirindukan oleh para pelanggannya.

2. Pentol Corah Bu Suti, Pedasnya Bikin Nagih

Pernah mencoba Pentol Corah? Kuliner legendaris ini berasal dari Dusun Corah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Adalah Bu Suti, pelopor pentol pedas ini, yang awalnya hanya berjualan pentol secara iseng di toko sembakonya. Tak disangka, pentol dengan bumbu sambal pedas ini laris manis hingga berkwintal-kwintal setiap harinya.

Mengutip Youtube Budiono Sukses, kini, Bu Suti tetap melayani pembeli setia setiap hari, mulai pukul 08.00 pagi hingga habis, meski jumlah produksi menurun pasca pandemi.

Harga satu porsi pentol corah dibanderol Rp5.000, dengan pilihan lauk seperti sayap goreng krispi seharga Rp5.000 dan ceker goreng krispi Rp3.000. Rasanya yang pedas gurih membuat pentol ini menjadi ikon kuliner khas Madiun.

3. Nasi Pecel Pojok, Warung Legendaris Sejak Sebelum 1967

Terletak di Jl. HOS Cokroaminoto No.121, Kota Madiun, Warung Nasi Pecel Pojok menjadi salah satu tujuan wajib bagi pecinta pecel sejati.

Berdiri sejak sebelum tahun 1967, warung ini termasuk salah satu pelopor nasi pecel di Madiun. Anda bisa mengunjunginya setiap hari mulai pukul 05.00 pagi hingga 22.00 malam.

Dengan harga nasi pecel hanya Rp7.000, serta tambahan lauk seperti otak sapi Rp11.000 dan perkedel Rp5.000, Anda akan merasakan kombinasi bumbu kacang yang legit dengan sayuran segar khas Jawa Timur.

Mengutip Youtube Budiono Sukses, lokasinya yang kini menjadi kawasan pedestrian seperti Malioboro versi Madiun menambah kenyamanan saat bersantap di tempat ini.

4. Lontong Tahu Telur dan Cemue Bu Sum, Rasa Rumahan yang Melekat

Kuliner tradisional lainnya yang tak kalah menggoda adalah lontong tahu telur racikan Bu Sum.

Sudah berjualan selama lebih dari 22 tahun, warung sederhana ini terletak di Jl. Jendral Urip Sumoharjo No. 66A, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun. Setiap hari, Bu Sum mulai membuka lapaknya pukul 16.30 hingga 22.30 WIB.

Dengan harga mulai dari Rp13.000 hingga Rp15.000, Anda sudah bisa menikmati lontong lembut yang disiram kuah bumbu kacang, dilengkapi tahu goreng, telur, dan taburan bawang goreng.

Mengutip Youtube Kang Mas Bogel Channel, jangan lupa mencicipi cemue-nya, minuman hangat berbahan santan dan jahe, yang pas dinikmati di malam hari.

5. Sego Pecel Godong Jati Sambel Pedo Mbah Simah, Cita Rasa Pedesaan yang Autentik

Bagi Anda yang ingin merasakan makan ala desa dengan suasana alami, datanglah ke warung milik Mbah Simah yang berada di Dusun Klencongan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Warung ini berada sekitar 5 km dari exit tol Caruban dan dikelilingi hamparan sawah yang asri. Setiap hari, warung ini buka dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

Makanan andalannya adalah nasi pecel yang dibungkus daun jati, disajikan bersama sambel pedo (ikan asin), sambel teri, atau sambel bawang.

Dengan harga yang sangat terjangkau, mulai Rp5.000 untuk nasi pecel dengan dua tempe, hingga paket lengkap dengan telur dan es teh seharga Rp10.000, Anda akan merasakan sensasi makan yang sulit ditemukan di kota besar.

Mengutip Youtube Budiono Sukses, cara masaknya pun masih tradisional, menggunakan pawon dan lesung untuk menghaluskan sambel.

Penutup

Lima tempat makan di atas bukan hanya menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga menghadirkan kisah dan keunikan tersendiri dalam setiap racikannya.

Mulai dari warung legendaris hingga kuliner pedesaan, Madiun benar-benar layak dijadikan destinasi wisata kuliner.

Jangan lupa ajak orang terdekat Anda dan cicipi sendiri kelezatan kuliner tradisional, ikonik, dan viral yang hanya bisa Anda temukan di Kota Madiun.

EDITOR: Novia Tri Astuti