← Beranda

Rekomendasi 4 Spot Kuliner Khas Malang yang Wajib Dikunjungi Wisatawan, Ada yang Bikin Nostalgia!

Nadia Aprilia KurniaSenin, 12 Mei 2025 | 20.57 WIB
Menu di warung Sego Sambel Cak Uut. (Instagram @segosambelcakuut)

JawaPos.Com – Siapa bilang liburan ke Malang cuma soal pemandangan alam dan udara sejuk? Kota yang dikenal sebagai Kota Apel ini ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa menggoda.

Dari jajanan kaki lima hingga makanan legendaris yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu, kuliner khas Malang seolah punya sihir tersendiri yang membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.

Bagi para pecinta wisata kuliner, Malang adalah surga tersembunyi. Kota ini menawarkan berbagai hidangan lokal yang bukan hanya lezat di lidah, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Tak hanya soal rasa, banyak dari kuliner khas Malang juga menyimpan nostalgia. Karena tak sedikit spot kuliner yang sudah ada sejak pelanggannya masih kanak-kanak sampai kini telah memiliki anak.

Berikut spot-spot kuliner khas Malang yang paling direkomendasikan dan wajib dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Mulai dari makanan berat hingga kudapan ringan, termasuk yang ada di pasar tradisional yang telah disulap menjadi pusat kuliner untuk sarapan arek Malang.

  1. Sego Sambel Cak Uut

Warung ini sudah terkenal di kalangan arek Malang dan wisatawan lokal berkat sambalnya yang super pedas dan khas.

Tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga maupun sendiri, karena suasananya nyaman dan menunya menggugah selera.

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari ayam goreng, krengsengan daging sapi, hingga menu khas andalannya yaitu dadar jagung yang tebal, renyah, dan gurih.

Semua menu bisa kamu nikmati dengan paket nasi (sego sambel) yang dibanderol dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 32.000–42.000. Sementara dadar jagung favoritnya hanya Rp 12.000 saja.

Warung makan ini memiliki dua cabang, yaitu di Jl. Simpang Raya Langsep No. 30, Malang dan cabang terbaru di Jl. Soekarno Hatta, Malang.

Jam operasionalnya mulai pukul 09.00 hingga 21.30 setiap hari. Buat kamu pecinta pedas, dijamin antrean panjangnya akan terbayar lunas dengan rasanya!

Bagi kamu yang ingin lebih praktis tanpa perlu antre, warung makan ini juga tersedia di layanan aplikasi pesan antar. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati makanan pedas khas Malang tanpa repot keluar penginapan.

  1. Bakso President

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Malang tanpa mencicipi bakso legendaris khas kota ini. Salah satu yang paling terkenal adalah Bakso President, yang sudah buka sejak tahun 1977.

Bakso ini dikenal luas bukan hanya karena cita rasanya yang khas, tapi juga karena lokasi uniknya yang berada tepat di sebelah rel kereta api. 

Menu yang ditawarkan di Bakso President sangat beragam. Kamu bisa memilih paket bakso lengkap yang dibanderol mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 54.000 untuk paket spesial, atau mengambil sendiri seperti prasmanan dengan harga per item mulai dari Rp 7.000.

Warung bakso ini buka setiap hari mulai pukul 08.45 hingga 21.30. Bakso President kini memiliki tiga cabang yang bisa dikunjungi, yaitu di Jl. Batanghari No. 5 (yang paling ikonik dan berada di sebelah rel kereta), Jl. SP Sudarmo, dan Jl. Pulosari Kawi.

Keunikan ini memberikan pengalaman berbeda, di mana pengunjung bisa menikmati semangkuk bakso hangat sambil menyaksikan kereta api melintas dari jarak dekat.

Meski berada di sisi rel, pengunjung tidak perlu khawatir soal keamanan karena tersedia pembatas yang membuat makan tetap nyaman dan aman. 

Tak hanya menyajikan bakso, Bakso President juga menyediakan oleh-oleh khas berupa keripik bakso dalam berbagai varian rasa yang cocok dijadikan camilan atau buah tangan saat pulang dari Malang.

Bagi kamu yang datang bersama rombongan dan khawatir kehabisan tempat duduk, tersedia layanan reservasi yang bisa diakses melalui WhatsApp. 

  1. Pasar Klojen

Bukan sekadar pasar tradisional biasa, Pasar Klojen menjadi surga bagi para pecinta kuliner karena menghadirkan puluhan tenant makanan yang wajib dikunjungi.

Di pasar ini, kamu bisa menikmati pengalaman unik menyantap berbagai hidangan lezat langsung di dalam area pasar yang bersih dan nyaman.

Mulai dari jajanan pasar seperti kue lumpur yang terkenal, hingga sarapan istimewa seperti mie Cendana dengan kuah kolagen yang gurih, semuanya tersedia di sini.

Pilihan makanannya sangat beragam, cocok untuk memuaskan berbagai selera, terutama bagi kamu yang ingin mencicipi aneka hidangan khas Malang. One stop eating!

Pasar ini mulai buka sejak pukul 06.00 pagi dan tutup sekitar pukul 13.30 siang. Namun, sangat disarankan untuk datang sebelum pukul 10.00 agar tidak kehabisan makanan favorit dan menghindari antrean panjang di beberapa tenant populer.

Karena banyaknya makanan enak yang wajib dicoba, sebaiknya siapkan uang lebih agar bisa puas berburu kuliner tanpa khawatir kehabisan.

Pasar ini juga menjadi rekomendasi utama warga lokal untuk para wisatawan yang ingin merasakan sensasi sarapan khas Malang dengan suasana tradisional, namun tetap bersih dan nyaman tanpa bau menyengat seperti pasar tradisional pada umumnya.

Setelah sarapan, kamu juga bisa nongkrong sambil menikmati secangkir kopi di Toko Kopi Abah yang berada tepat di pintu masuk pasar ini. 

  1. Cwie Mie Isor Uwit

Cwie mie adalah salah satu kuliner otentik khas Malang yang wajib kamu coba saat berkunjung ke kota ini. Berbeda dengan mie ayam pada umumnya yang memiliki cita rasa manis, cwie mie justru menawarkan rasa yang lebih gurih dan asin.

Mie ini disajikan dengan taburan ayam cincang kering menyerupai abon dan tambahan selada keriting segar di atasnya, menciptakan perpaduan rasa dan tekstur yang unik dan khas.

Salah satu warung cwie mie legendaris di Malang yang banyak direkomendasikan adalah Cwie Mie Isor Uwit.

Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1980 ini berlokasi di Jl. Guntur, Kota Malang, dan mayoritas pelanggannya adalah warga lokal yang sudah menjadi langganan sejak kecil.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00. Jika kamu sedang berada di Malang, tempat ini layak untuk dikunjungi.

Kamu akan merasakan cwie mie otentik yang jarang ditemukan di kota lain, karena mie ini cenderung kering dengan pilihan mie yang lebih kecil, tidak seperti mie ayam.

Harga semangkuk cwie mie di sini sangat terjangkau, mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 17.000. Tersedia tiga varian menu, yaitu cwie mie biasa tanpa topping, cwie mie dengan topping standar, dan cwie mie istimewa dengan tambahan hati ampela.

Menariknya, warung ini dikenal sebagai pelopor penyajian cwie mie dengan topping hati ampela, menjadikannya tempat yang punya nilai historis sekaligus rasa yang tak terlupakan.

EDITOR: Bayu Putra