Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 14.38 WIB

5 Jajanan Tradisional Khas Sumenep yang Masih Eksis hingga Kini, Apa Saja?

Getas, Kudapan Manis Khas Sumenep. (Istimewa) - Image

Getas, Kudapan Manis Khas Sumenep. (Istimewa)

JawaPos.com – Meski zaman terus berubah, kekayaan kuliner tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, tetap bertahan dan dicintai masyarakat. Tak hanya lezat, jajanan-jajanan ini juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang masih dilestarikan hingga kini.

Berikut lima jajanan dan hidangan khas Sumenep yang masih bisa kamu temui dan cicipi saat berkunjung ke ujung timur Pulau Madura:

1. Gettas, Si Manis Gurih yang Melekat di Tradisi Adat

Gettas merupakan jajanan berbahan dasar tepung beras yang dicampur kelapa parut dan gula, lalu digoreng hingga matang. Rasa manis-gurih dan teksturnya yang kenyal membuat camilan ini tak pernah kehilangan penggemar.

Uniknya, gettas biasa dihidangkan dalam ritual adat Nyadar di Kecamatan Kalianget dan Saronggi, sebagai simbol syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah.

2. Kaldu Kokot, Sup Sumsum Legendaris

Tak lengkap membahas kuliner Sumenep tanpa menyebut kaldu kokot. Hidangan ini terbuat dari tulang sapi lengkap dengan sumsumnya, dipadukan dengan kacang hijau atau kedelai sebagai bahan pelengkap. Kuahnya kental dan gurih, cocok disantap hangat saat pagi atau malam hari. Kaldu kokot tak hanya dijual di warung, tapi juga kerap muncul dalam jamuan khas daerah.

3. Sate Khas Sumenep, Lebih dari Sekadar Daging Bakar

Di Sumenep, sate bukan sekadar tusukan daging biasa. Di sini kamu bisa menemukan ragam pilihan sate unik, seperti sate torpedo (organ reproduksi kambing), ati, dan daging sapi atau kambing yang dibumbui rempah khas.
Cita rasanya kuat dan berbeda dari sate Madura pada umumnya, menjadikannya buruan wisatawan kuliner.

4. Cake Sumenep, Sup Tepung Udang Khas Hajatan

Meski namanya "cake", makanan ini jauh dari kue manis. Cake khas Sumenep adalah hidangan sup yang dibuat dari tepung udang yang dibentuk, lalu disajikan dengan kuah kaldu ayam atau lidah sapi.
Sayuran seperti wortel, kembang kol, dan kacang polong menambah cita rasa segar. Cake ini biasanya hanya muncul di momen istimewa, seperti pesta pernikahan atau hajatan besar.

5. Rujak Corek, Segar dan Menggoda di Pinggir Jalan

Rujak ini disebut “corek” karena cara pembuatannya yang dicolek dan diulek langsung di atas piring. Isinya sederhana: irisan buah dan sayur lokal seperti mentimun, mangga muda, dan bengkuang, lalu disiram sambal petis khas Madura.
Sensasi asam-pedas-manisnya segar di lidah, cocok disantap saat panas terik melanda Sumenep.

Lima jajanan dan kuliner khas ini bukan hanya mengisi perut, tapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui kanal resmi pariwisatanya terus mendorong pelestarian kuliner ini agar tetap hidup di tengah gempuran makanan modern.

Kalau kamu berencana liburan ke Madura, jangan lupa jadwalkan wisata rasa ke Sumenep ya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore