Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam lebih dari 29% dari level tertingginya di USD 109.000 pada Januari 2025, mencerminkan koreksi besar yang melanda pasar kripto dan saham AS.
Dengan BTC kini berada di sekitar USD 83.100 (Rp 1,34 miliar), investor bertanya-tanya apakah ini awal dari bear market atau hanya koreksi normal sebelum kenaikan berikutnya.
Dilansir dari Bitcoinist, penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi, kekhawatiran perang dagang global, serta kondisi keuangan yang semakin ketat. Dengan sentimen pasar yang masih negatif, tekanan jual terus mendominasi, menyebabkan harga BTC gagal menembus kembali level resistance kunci.
Namun, beberapa analis tetap optimistis bahwa Bitcoin masih bisa pulih, mengingat koreksi besar seperti ini sudah sering terjadi dalam bull market sebelumnya.
Menurut Ki Young Ju, CEO CryptoQuant, Bitcoin saat ini mengalami stagnasi dalam permintaan. Ia menunjukkan bahwa indikator Bitcoin Apparent Demand masih rendah, yang berarti minat beli terhadap BTC belum pulih.
Namun, Ju menekankan bahwa belum waktunya menyebut ini sebagai bear market, karena periode permintaan rendah seperti ini sebelumnya juga terjadi sebelum Bitcoin akhirnya kembali menguat.
“Permintaan masih lemah saat ini, tetapi kita belum bisa menyimpulkan bahwa ini adalah awal bear market,” ungkapnya.
Untuk saat ini, Bitcoin harus merebut kembali level kunci agar dapat memulihkan kepercayaan pasar. Jika minat beli tetap rendah, BTC bisa terus turun, tetapi jika pembeli mulai masuk, harga bisa kembali naik secara signifikan.
Saat ini, Bitcoin masih berada di bawah level krusial USD 85.000, dengan tekanan jual yang terus menekan harga ke bawah. Agar kembali ke tren bullish, BTC harus menembus USD 90.000 – USD 91.000, yang sejalan dengan rata-rata pergerakan 200 hari (MA) dan exponential moving average (EMA) pada grafik 4 jam.
Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas zona ini, maka ini bisa menjadi sinyal awal untuk pemulihan harga yang lebih kuat.
Namun, jika BTC gagal melewati level ini dalam beberapa hari ke depan, maka tekanan jual bisa semakin meningkat, mendorong harga turun ke bawah USD 80.000. Jika BTC turun di bawah level psikologis ini, maka lebih banyak likuidasi bisa terjadi, memperpanjang tren turun dan membawa harga ke zona support yang lebih rendah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
