JawaPos Radar

Jangan Takut, Tes Deteksi Kanker Serviks Tak Sakit Lho

22/04/2018, 14:28 WIB | Editor: Imam Solehudin
Kanker Serviks
Tim Dokter Siloam Jogjakarta ketika memberikan paparan seputar kanker serviks. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos - Kanker serviks merupakan penyebab keempat kematian pada perempuan di seluruh dunia. Cara terbaik dalam penanggulangan kanker serviks adalah melalui deteksi dini.

Yakni test papanicolaou atau lebih dikenal sebagai papsmear. Deteksi dini penting karena umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala khusus.

Adapun Papsmear digunakan dalam mende teksi infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Terdapat 12 tipe HPV beresiko tinggi.

Sebagian besar infeksi akan ditekan pertumbuhannya oleh sistem imun dalam 1-2 tahun, tanpa menyebabkan gejala kanker.

Dokter Spesialis Kandungan dari Siloam Jogjakarta, dr. Danny Wiguna, SpOG mengatakan, faktor risiko kanker serviks adalah kondisi yang meningkatkan kemungkinan terinfeksi HPV.

Penyebabnya beragam. Di antaranya pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks di usia muda, sistem imun tubuh yang lemah, merokok.

Bisa juga lantaran mengonsumsi obat-obatan diethylstilbestrol selama kehamilan, serta riwayat kanker pada organ reproduksi bagian bawah.

"Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali sejak usia 21 tahun," kata dia melalui siaran persnya kepada JawaPos.com, Minggu (22/4).

Dia menambahkan bahwa sejatinya tidak ada batasan usia untuk deteksi dini. Meskipun faktor resiko kanker dapat dimulai pada usia muda.

“Tidak terdapat usia maksimal untuk melakukan skrinning karena insidensi terjadi kanker serviks meningkat sesuai dengan usianya. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pasa usia yang lebih muda," jelas dia.

"Bahkan setelah menopouse, seorang wanita perlu melakukan pemeriksaan pap smear secara regular," imbuh Danny.

Di rumah sakitnya tempat praktik, pihaknya juga melayani Papsmear Package. Pasien bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, dengan biaya terjangkau.

"Biayanya sekitar Rp 288.000. Ini program menyambut Hari Kartini. Di seluruh Siloam Hospitals Group," tambah dia.

Dijelaskan Danny, ada sejumlah persiapan sebelum melakukan deteksi dini. Yakni tidak sedang menstruasi, dua hari sebelum pemeriksaan tidak melakukan hubungan seksual.

Kemudian tidak penggunaan tampon dan obat-obatan pada vagina. "Termasuk kontrasepsi pada vagina (foam atau gel). Pemeriksaan ini tidak memilki komplikasi dan juga tidak nyeri," pungkas dia.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up