alexametrics

Para Ibu Wajib Tahu! Ini Mitos-mitos Seputar Pil KB

4 Oktober 2017, 14:32:35 WIB

JawaPos.com – Berbagai alasan pasangan untuk menunda kehamilam salah satunya adalah untuk memberi jarak antara anak pertama dan berikutnya.

Salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Di antaranya yang cukup efektif adalah pil KB.

Pil ini mengandung kombinasi dari hormon estrogen dan progesteron, untuk mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur selama siklus bulanan).

Seorang perempuan tidak dapat hamil jika dia tidak berovulasi karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi.

Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof.Dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM mengungkapkan, ada lima hal mitos dan fakta seputar pil KB. Termasuk seputar kehamilan yang beredar di masyarakat.

“Misalnya banyak yang bilang pil KB bikin gemuk, atau bisa mencegah jerawat, dan berbagai macam mitos dan fakta lainnya. Seringkali salah dipahami,” katanya dalam diskusi bersama Bayer, Selasa (3/10).

Berikut adalah Mitos dan Fakta Seputar Pil KB:

1. Benarkah Pil KB Bikin Gemuk?

Biran menjawab itu adalah mitos. “Orang jadi gemuk ya karena makan. Apalagi pil KB yang dibikin sekaranf ada yang baru. Didesain supaya orang enggak bisa gemuk,” ungkapnya.

2. Pil KB Bisa Lancarkan Haid?

Biran menjawab itu adalah fakta. “Perempuan yang memakai pil KB maka haidnya akan teratur dan lebih sedikit dari biasanya,” jelasnya.

3. Pil KB Ganggu Kesuburan?

Biran menjawab hal itu adalah mitos. “Kenyataannya, berhenti meminum pil KB dapat membuat segera hamil. Kesuburan kembali lagi setelah enggak pakai apa-apa,” ujarnya.

4. Saat Menyusui Tak Bisa Hamil

Biran menjawab hal itu adalah mitos. Memberikan ASI eksklusif membuat hormon terlibat dalam menyusui da dapat mencegah ovulasi. Sehingga dapat menghalangi kemampuan untuk hamil lagi selama beberapa bulan setelah melahirkan.

Namun, jika sudah mendapatkan periode menstruasi lagi setelah melahirkan, tentu tetap membutuhkan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

“Mereka yang berikan full ASI kalau full atau eksklusif memang tak bisa hamil. Asal full ya. Bayinya hanya dapatkan makanan dari ASI karena bayi menyedot puting susu ibu kiri dan kanan selama 1 jam dari 24 jam. Hal itu keluarkan hormon prolaktin mencegah kesuburan,” katanya.

Editor : admin

Reporter : (ika/JPC)



Close Ads
Para Ibu Wajib Tahu! Ini Mitos-mitos Seputar Pil KB