JawaPos Radar

Diabetisi, Bolehkah Konsumsi Gula Pengganti?

09/11/2016, 01:08 WIB | Editor: Mochamad Nur
Diabetisi, Bolehkah Konsumsi Gula Pengganti?
Ilustrasi (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Banyak produk bagi para penderita diabetes (diabetisi) agar tetap bugar dalam menjalankan aktivitas. Salah satunya produk gula pengganti. Lalu bolehkah diabetisi mengkonsumsi gula pengganti?

Pada prinsipnya, tidak ada larangan soal makanan yang dilarang. Asalkan diabetisi mampu mengendalikan jumlah asupan kalori. Hal itu diungkapkan Ahli Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Suharko Soebardi, SpPd-KEMD, Selasa (8/11).

“Yang menjadi masalah pada penyandang diabetes adalah asupan kalori. Tiap bahan makanan itu punya kalori berbeda-beda. Dalam jumlah yang sama, 1 gram gula murni dengan 1 gram gula pengganti punya kalori yang berbeda,” kata Suharko.

Sehingga, lanjutnya, manusia bisa hidup berkualitas. Suharko menjelaskan dalam satu hari manusia normal umumnya mengkonsumsi rata-rata 1500 kalori untuk wanita dan 1900 kalori untuk pria.

“Misalnya ada inovasi kasihan dong penderita diabetes tak boleh softdrink. Akhirnya pabrik antisipasi bikin softdrink dengan gula yang lebih rendah kalori. Enggak ada makanan yang gak boleh, kecuali aturan mutlak dalam agama,” ungkapnya.

Tiap makanan mempunyai sumbangan kalori. Secangkir teh manis dan beberapa biskuit bisa jadi menyumbang 100-150 kalori. Sementara, gula pengganti mempunyai nilai kalori lebih rendah.

“Dengan rasa yang sama, tapi punya jatah kalori yang lebih. Orang harus berpikir kalau kalorinya sudah banyak, jatah kalori harus menyesuaikan. Orang diabetes harus lincah dalam berhitung berapa jatah kalori,” tutur Suharko. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up